Terungkap, Dua Kali Gelar Pertemuan, Akhirnya Silas Ki Otak Dibalik Penyerangan Pos Ramil Kisor

Silas merupakan penggagas dalam penyerangan tersebut , sedangkan 18 lainnya (termasuk yang 2 sudah ditangkap) merupakan personil militan anggota KNPB

Indikatorpapua.com|MANOKWARI-Polda Papua Barat menggelar Confrensi Pers, terkait perkembangan penyelidikan Kasus Pembunuhan 4 Prajurit TNI di Pos Ramil Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan Kamis pekan lalu.

Dalam Konfrensi Pers yang digelar Jumat (10/9-2021) di Markas Polda, terdapat 17 Nama yang diduga terlibat penyerangan yang menewaskan para Prajurit TNI AD, berikut Nama Para terduga.

Silas Ki asal kampung imsum, Manfred Fatem 31 tahun, Musa Aifat dari kampung insum, Setam Kaaf, kampung insum, Titus Sewa asal kampung nisorIrian Ki asal kampung nisor, Alfin Fatem kampung insum, Agus Kaaf dari kampung insum, Melkias Ki kampung insum,

Melkias Same kampung insum, Amos Ki kampung insum Musa Aifat kampung insum, Moses Aifat kampung insumMartinus Aisnak kampung aiysaYohanes Yaam kampung insumAgus Yaam kampung insumRobi Yaam kampung insum.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo melalui Kepala Bidang Humas Polda, Kombes Pol. Adam Erwindi menjelaskan, 17 Nama tersebut saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO.

Dalam hasil penyelidikan, insiden tersebut sebagai tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban meninggak dunia

Tim gabungan TNI-POLRI sebelumnya berhasil menangkap 2 terduga pelaku penyerangan dengan inisial MY (20) dari kampung boksu, aifat selatan Maybrat dan pelaku kedua berinisial MS (18) asal dari kampung Imsum ,aifat selatan, Maybrat.

“Dari hasil pemeriksaan saksi maupun kedua tersangka tim penyidik Polres Sorong Selatan memperoleh informasi terkait kejadian tersebut sehingga didapatlah 17 nama pelaku lain serta perannya dalam kegiatan pembunuhan berancana.” Ungkap Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi, S.ik

“17 terduga pelaku yang namanya disebutkan di atas ditetapkan masuk dalam DPO oleh Polres Sorsel pada Kamis (9/9-2021) kemarin.” terang Erwindi.

Silas Ki berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan pengembangan dari terduga pelaku, dia merupakan Ketua KNPB Sektor Kisor, dalam bagan struktur Organisasi yang Pimpin Operasi pada Kamis dini Hari yang menewaskan Lettu chb Dirman (Dan posramil), Serda Amrosius, Praka Dirham, Pratu Zul Ansari dan Sertu Juliano yang menderita luka parah

“Silas merupakan penggagas dalam penyerangan tersebut , sedangkan 18 lainnya (termasuk yang 2 sudah ditangkap) merupakan personil militan anggota KNPB sektor kisor dan sekitarnya.” jelas Kombes Pol Adam.

Kombes Pol Adam Erwindi meminta kepada para terduga pelaku penyerangan Pos Ramil yang saat ini masuk dalam DPO agar segera menyerahkan diri, mempertanggung jawabkan perbuatanya.

“Kami TNI-Polri akan terus memburu pelaku hingga pelaku tersbut menyerakhan diri. Kepada masyarakat yang mengungsi kami himbau untuk kembali” kata Kabid Humas

Kabid Humas menerangkan bahwa kehadiran TNI-POLRI di Maybrat bukan sebuah Operasi Militer, tetapi dalam rangka upaya mencari dan mengejar pelaku tindak pidana Pembunuhan berencana terhadap Prajurit TNI.

Polda papua Barat memback up di lokasi kejadian untuk membatu proses penyidikan dan pengejaran pelaku pembunuhan.

“Saat ini Barang bukti parang, bercak darah,akan di bawa ke laboratorium forensik untuk di periksa serta Selongsong peluru di amankan di TKP.” jelas Adam

Pelaku sebelumnya telah menggelar pertemuan dua kali sebelum akhirnya melakukan penyerangan. Ini dikategorikan sebagai pembunuhan berencana.

Pelaku pembunuhan dijerat pasal 340 kuhp sub pasal 338 jo pasal 55 ayat 1 ke 1E dan 56 ayat 1 ke 1E.

“Saya menghimbau agar masyarakat jangan sampai terpecah oleh informasi hoax, yang menyebabkan masyarakat masih merasa takut, kami TNI/POLRI menjamin keamanan” imbau Kombes Pol Adam.|Laporan Mohamad Raharusun

Total
31
Shares
31 Share
0 Tweet
0 Pin it
0 Share
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts
Total
31
Share
error: Hati-hati Salin Tanpa Izin kena UU No.28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
%d blogger menyukai ini: