Bicara Pelanggaran HAM Pasca Pembunuhan Prajurit TNI, Bupati Maybrat Tantang ke TKP

Yang bilang Pelanggaran Ham, yang bilang kita bakar rumah warga, kita bakar gereja yang bilang kita usir Masyatakat keluar itu bilang datang ke sini

Indikatorpapua.com|SORONG-Bernad Sagrim, Bupati Kabupaten Maybrat gerah dengan informasi miring terkait pelanggaran HAM serta pengusiran warga dan Pembakaran Tempat Ibadah di Daerahnya pasca Insiden Pembunuhan 4 Prajurit TNI AD Kamis (2/9-2021) lalu.

Tidak tanggung-tanggung Orang Nomor satu di Maybrat itu menegaskan akan menyiapkan uang untuk membeli tiket pesawat serta menyiapkan kendaraan dari Sorong ke Maybrat bagi sebagian orang yang bicara tentang kondisi Maybrat pasca peristiwa Subuh berdarah itu.

“Bilang dorang itu datang ke sini, Orang yang bicara itu kamu bilang dorang, Pak Bupati bilang dorang datang disini” kata Bupati Maybrat, Bernad Sagrim Jumat (10/9-2021).

“Yang bilang Pelanggaran Ham, yang bilang kita bakar rumah warga, kita bakar gereja yang bilang kita usir Masyatakat keluar itu bilang datang ke sini” tegas Sagrim.

Bupati menegaskan bahwa, ia akan siapkan uang untuk tiket bahkan menyiapkan Kendaraan dari Sorong ke Maybrat.

“Kita akan antar mereka, saya dengan Pak Dandim dan Pak Kapolres kita akan antar mereka ke masing-masing titik, supaya mereka tau, jangan dari luar saja bicara” ujarnya.

Bupati menekankan sebagai umat beragama, hal itu hanya menambah dosa ” Kita orang Indonesia siapa yang tidak punya Agama, saya dan kita semua punya agama, hukum pertama itu mengasihi Tuhan kemudian mengasihi sesama” jelasnya.

Dikatakan bahwa tidak ada Hukum apapun yang membolehkan saling membunuh sesama secara Sadis.

“Kemarin saya ada WA (Whatsaap) dengan Pak Dandim dan Pak Danrem bahwa ini Pembunuhan secara sadis tetapi ini mereka Fitnah secara Sadis lagi” tutur Bernad Sagrim.

Bupati memastikan bahwa situasi di Maybrat saat ini dalam keadaan Aman, bahkan perjalanan Bupati dari Maybrat ke Sorong tanpa kendala.

“Kan tadi kami turun tadi aman-aman saja to, sebentar kalau saya tidak cape saya antar kamu lagi biar kamu tau keadaan, biasa saja” katanya.

Meski demikian, Bupati mengatakan sebagaimana Warga Masyarakat wajar jika mereka sedikit mereka takut, bukan seperti yang disebutkan mereka merasa takut sehingga mereka tidak akan kembali.

“Dorang pastikan kalau keadaan pulih mereka pasti kembali. Kita juga terus menyampaikan himbauan terus” ujarnya.

Sebelumnya pada Minggu 5 September 2021 pekan lalu, rombongan Danrem 181/PVT Sorong dan sejumlah pejabat TNI Polri dihadang dengan pemalangan jalan dan pemutusan alses Jembatan kayu, Rombongan juga sempat kontak senjata dengan kelompok yang diklaim sebagai TPNPB OPM.|Laporan Mohamad Raharusun

Total
1
Shares
1 Share
0 Tweet
0 Pin it
0 Share
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts
Total
1
Share
error: Hati-hati Salin Tanpa Izin kena UU No.28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
%d blogger menyukai ini: