Paket Bansos dari Pemprov Papua Barat untuk Umat Tertahan di MUI Teluk Bintuni

Dalam Berita Acara tercantum pengantar PD. Irian Bhakti di Manokwari, menyambung dari Perum Bulog Manokwari

Indikatorpapua.com|BINTUNI-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Teluk Bintuni menemukan keganjalan terkait pemberian Paket Bantuan Sosial (BANSOS) Bahan Pokok yang diberikan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat. Bansos diperuntukan bagi warga melalui Lembaga Keagamaan.

MUI Teluk Bintuni sejak Tahun 2021 telah menerima Penyaluran Bansos paket sembako dari Pemerintah Papua Barat yang nantinya diteruskan kepada Masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19 di Bintuni. Total yang diterima berdasarkan berita Acara Penyerahan sebanyak 1.699 Paket.

Ironisnya, Paket Bansos yang diterima MUI Teluk Bintuni ditemukan sebagian besar tidak sesuai dengan berita Acara peneyerahan.

Ketua MUI Teluk Bintuni usai memipin Rapat di Sekertariat MUI membenarkan ihwal yang ditemukan, dikatakan bahwa penyaluran Bansos bantuan Pemprov Papua Barat pada Sabtu (28/8’2021) silam, ditemukan ratusan paket, ada yang kurang disetiap item bahan pokok.

“Pada penerimaan paket Bansos akhir Agustus silam kebetulan diterima Wakil Ketua Bidang Seni dan Budaya, ia terlanjur menandatangi berita acara, namun saat di cek kantong, isinya tidak sesuai dengan yang tertera dalam Berita acara” terang Ahmad Subuh Rafideso Jumat (10/9-2021)

Bansos yang diterima MUI Teluk Bintuni, diantar melalui pihak ketiga dari Manokwari, tercatat dalam Berita Acara yakni PD. Irian Bhakti yang terpusat di Manokwari sebagai penyalur menyambung dari Perum Bulog Manokwari

MUI setelah menerima Paket Bansos dari pihak ketiga, kemudian menyalurkan 463 ke 10 Mesjid dan 221 le 16 Mushola serta 120 disalurkan ke 3 Yayasan di Teluk Bintuni.

Menurut Ketua Panitia Penyaluran Bansos MUI Teluk Bintuni, Sulaiman Rumwokas, terdapat perbedaan isi fisik paket bansos dengan keterangan yang tertera dalam berita acara.  

“Dalam berita acara seharusnya 1 bingkisan bansos terdiri dari beras 10 kg, gula pasir 1 kg, tepung terigu 1 kg, dan minyak goreng 1 liter” jelasnya 

Namun faktanya setelah di Kroschek isi paket tidak sesuai dengan keterangan dalam berita acara

“Nah setelah kami panitia mengkroscek, ternaya ada paket bapok isinya yang tidak lengkap” terangnya.

Adanya perbedaan isi paket dan keterangan di berita acara sehingga MUI Teluk Bintuni memutuskan menunda menyalurkan Paket Sembako yang diberikan Pemprov Papua Barat melalui pihak ke tiga ke MUI hingga mendapat kejelasan.|Laporan Wawan Gunawan

Total
14
Shares
14 Share
0 Tweet
0 Pin it
0 Share
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts
Total
14
Share
error: Hati-hati Salin Tanpa Izin kena UU No.28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
%d blogger menyukai ini: