22.5 C
New York
Senin, Juli 22, 2024

Buy now

Rakernis Humas Polda Papua Barat: Ketua PWI Bustam Tekankan Pentingnya Penempatan Rasa dalam Berita

Manokwari, Indikatorpapua.com – Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua Barat tahun 2024, yang berlangsung di Aula Hotel Oriestom Bay, Manokwari pada Jumat (21/6/2024), menghadirkan narasumber dari internal dan eksternal. Acara ini bertujuan meningkatkan kemampuan kehumasan untuk memastikan situasi keamanan yang kondusif menjelang Pemilihan Kepala Daerah 2024 di Provinsi Papua Barat.

Ketua PWI Papua Barat, Bustam, dan Ahli Pertama Pranata Siaran RRI Manokwari, Patti E. Elwarin, hadir sebagai narasumber eksternal. Bustam membawakan materi mengenai pemberitaan, menjelaskan standar penulisan berita, termasuk objek berita, nilai berita, unsur berita, struktur penulisan, dan bahasa berita.

Bustam menekankan bahwa berita adalah hasil rekonstruksi dari fakta, dan diperlukan perangkat untuk merekonstruksi peristiwa tersebut. Menurutnya, manusia umumnya mencari jawaban atas rasa ingin tahu mereka dalam enam aspek: apa (what), siapa (who), di mana (where), kapan (when), mengapa (why), dan bagaimana (how).

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kehumasan dalam menyiapkan siaran pers yang cepat dan efektif. “Meskipun digelar jumpa pers, perlu juga menyiapkan siaran pers dan mengirimkannya secepat mungkin,” kata Bustam.

Dalam penyampaian materi, Bustam juga membahas syarat dan tips pembuatan judul berita yang baik, yang menurutnya sangat penting untuk menarik pembaca. “Judul berperan penting dalam penulisan berita. Walaupun setiap berita bergantung pada kebijakan redaksi, dalam kehumasan perlu diperhatikan judul yang representatif dan spesifik, tapi juga menggugah rasa,” ungkap Bustam.

Bustam menyoroti pentingnya menempatkan rasa dalam berita, mengaitkannya dengan kesantunan berbahasa, baik lisan maupun tulisan, serta gerakan isyarat tubuh. “Menempatkan rasa dalam berita memberikan nilai tersendiri,” ujarnya.

Selain itu, Bustam menjelaskan fungsi pers sebagai “Gabungan Kebajikan” sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang mencakup informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Ia menekankan perlunya media berpihak pada kemaslahatan bersama, dengan spesialisasi seperti pers ramah pariwisata, anti korupsi, perspektif gender, ramah anak, ramah disabilitas, dan perspektif lingkungan.

“Mari kita dorong media untuk menyajikan inspirasi, konsisten membangkitkan kesadaran bersama, dan meraih cita-cita menuju kesejahteraan dan kemaslahatan bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Patti E. Elwarin menyampaikan materi tentang public speaking, yang dipandu oleh moderator Bripda Maria Theresia Antoh. (rls).

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini