7.4 C
New York
Selasa, Maret 5, 2024

Buy now

Khutbah Minggu : Pelayan yang baik 2 Korintus 3:12

“Pelayan yang baik 2 Korintus 3:12 Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian,”

Indikatorpapua.com | Bintuni – Dalam pembacaan nas Alkitab hari ini kita dapat melihat ada dua ciri dari pelayan-pelayan yang baik yaitu Pertama, pelayan yang baik mempunyai hidup yang berpengharapan, Paulus dengan tegas menyatakan bahwa dalam pelayanannya, ia yakin akan beroleh kemuliaan dari Allah atas pekerjaan Allah yang sedang dikerjakannya dengan giat.

Hal ini disampaikan Pdt. Chardo Nardy Silitonga dalam khutbah Minggu (15/1/2023), di Gereja GSJA “Maranatha” SP 4, Kampung Banjar Ausoy, Distrik Manimeri.

Meskipun dalam pelayanan tersebut banyak hal yang tidak menyenangkan terjadi terhadap dirinya. Paulus tidak mau menyerah dan terus melangkah dengan mata yang tertuju kepada Allah yang adalah motivator sejati yang telah menjanjikan keselamatan dalam Kristus Yesus.

Pelayan yang baik bertindak dengan penuh keberanian. Seorang pelayan harus berani mengambil resiko dalam pelayanannya. Kegagalan bisa saja terjadi dalam sebuah pelayanan namun itu tidak akan menyurutkan langkah kaki untuk terus memberitakan kabar baik.

Lebih lanjut dipaparkan Pdt.Chardo Nardy Silitonga, penolakan juga dapat terjadi namun itu tidak membuat seorang pelayan menjadi putus asa. Tetap teguh untuk memegang prinsip-prinsip yang benar yang sesuai dengan firman Tuhan dalam setiap pelayanannya itu adalah tindakan yang tepat dari seorang pelayan yang baik.

Bagi pelayan yang baik, pelayanan bukanlah cara untuk bertahan hidup melainkan hidupnya. Sehingga tidak ada terbersit dalam pikirannya keinginan untuk meninggalkan atau mengkompromikan pelayanannya dengan dunia.

Pada masa awal gereja, Tertulianus menghadapi persoalan dalam hal orang-orang Kristen yang bekerja membuat berhala. Hampir semua menjawab; “ini adalah jalan untuk bertahan hidup”. Tertulianus memberikan pertanyaan yang pedas kepada mereka; ” Haruskah kalian bertahan hidup”. Inti dari pernyataan Tertulianus adalah menaati Allah adalah lebih penting dari pada bertahan hidup.

Pengharapan di dalam Kristus adalah suatu kepastian. Kehidupan kekal adalah bagian yang akan diterima oleh pelayan-pelayan yang baik. Oleh karena itu setiap pelayan harus berani bertindak dengan penuh keberanian untuk hidup benar sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.

Pewarta : (IP-04).

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,913PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img