Sebagian besar artikel tersebut terfokus pada inovasi di Changi, bandara utama di Singapura, yang telah lama dikenal karena efisiensinya. Salah satu proyek inovatif di bandara termasuk armada drone yang melayang di tengah badai untuk mencegah petir di tanah yang bisa menutup landasan pacu di salah satu negara paling rentan terhadap petir di dunia.
Kris Mok, manajer komunikasi di laboratorium Changi, mengatakan bahwa bagi mereka pusat inovasi merupakan suatu keharusan, dan tim mereka didorong untuk menguji ide-ide yang tidak lazim meskipun gagal. Pendekatan ini jarang ditemui dalam budaya kerja Singapura yang cenderung hati-hati.
Changi menjadi simbol yang melekat dalam pikiran orang, dengan pendiri Singapura dan mantan perdana menteri pertamanya, Lee Kuan Yew, menyebut Changi sebagai “investasi terbaik sebesar 1,5 miliar dolar Singapura yang pernah kami buat.”
Setelah setengah abad berlalu, investasi di Changi masih berbuah manis. Bandara ini dianggap mencerminkan Singapura dengan efisien, bersih, terorganisir, dan dapat diandalkan bahwa semua berjalan seperti yang diharapkan.
Keeberhasilan Changi terletak pada kemampuannya mempertahankan efisiensi dan kejelasan di tengah kemudahan yang ditawarkan kepada para pelancong. Perhatian terhadap detil dan orientasi pada pelayanan merupakan hal yang membuat Changi terus meraih kesuksesan.
Bagi penikmat artikel ini, Anda dapat mendaftar untuk menerima buletin berita terpilih The Essential List, yang berisi rangkuman fitur, video, dan berita menarik yang dikirimkan langsung ke kotak masuk Anda dua kali seminggu.
Untuk lebih banyak cerita perjalanan dari BBC, Anda dapat mengikuti kami di Facebook dan Instagram.




