Space telah lama dianggap sebagai elemen pendukung kekuatan militer – penting, tetapi sekunder dalam operasi di darat, laut, dan udara.
Realitas tersebut telah berubah.
Dalam wawancara terbaru dengan Military.com, Letnan Jenderal Angkatan Udara yang telah pensiun, Brook Leonard, mantan komandan ruang angkasa senior AS yang membantu mendirikan U.S. Space Command dan kemudian mengawasi operasi ruang angkasa global yang mendukung pasukan AS dan sekutu, mengatakan bahwa domain tersebut telah melintasi ambang batas, yang secara mendasar membentuk cara negara-negara memproyeksikan kekuatan dan bersaing.
Leonard, sekarang CEO Rogue Space Systems, mengatakan pergeseran tersebut sudah dimulai.
“Ruangan, bagiku, bergerak dari menjadi perpanjangan kekuasaan dan kedaulatan nasional menjadi fondasinya,” kata Leonard.
Pergeseran itu bukanlah konsep teoritis. Ini sudah tertanam dalam bagaimana militer modern beroperasi – dan dalam bagaimana ekonomi global berfungsi.
Gambaran besar dari artikel ini adalah bagaimana ruang angkasa tidak lagi hanya diperlukan untuk kekuatan militer, tetapi juga untuk kegiatan ekonomi global. Brook Leonard menyoroti betapa pentingnya pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana ruang angkasa tertanam dalam sistem modern, baik dalam keputusan kebijakan, kepemimpinan militer, maupun masyarakat umum.




