Beranda Olahraga Tradisional Luis Enrique Mengatakan Pertahanan Adalah Kunci PSG Mengalahkan Liverpool

Luis Enrique Mengatakan Pertahanan Adalah Kunci PSG Mengalahkan Liverpool

45
0

JAKARTA – Paris Saint-Germain kembali membuktikan diri sebagai yang terbaik dengan meraih kemenangan 2-0 atas Liverpool dalam pertandingan kedua perempat final Liga Champions di Stadion Anfield. Pelatih PSG Luis Enrique menyebut pertahanan yang solid sebagai kunci mengalahkan Liverpool yang bermain di kandang dalam pertandingan pada Rabu, 15 April 2026 dini hari WIB.

Enrique menyadari bahwa Liverpool akan bermain secara ofensif untuk mengejar ketertinggalan gol setelah kalah 2-0 dalam pertandingan pertama di kandang melawan PSG. Meski tertinggal dua gol, Liverpool tetap percaya diri. Mereka yakin bisa mengulangi kesuksesan pada musim 2019 saat menghadapi Barcelona di babak semi-final.

Saat itu, Liverpool kalah 3-0 melalui gol dari Lionel Messi dan Luis Suarez, mantan penyerang The Reds. Barca juga dipastikan melaju ke final karena unggul tiga gol dan hanya butuh hasil imbang. Lagi pula, Liverpool kehilangan Mohamed Salah yang tak bisa bermain.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Barca, yang saat itu dilatih oleh Ernesto Valverde, dihancurkan oleh Liverpool 4-0 yang tampil all out.

Dengan keunggulan agregat 4-3, Liverpool lolos ke final dan kemudian menjadi juara setelah mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 dalam duel antara tim-tim Liga Premier Inggris.

Enrique juga mengantisipasi permainan agresif Liverpool dengan memperkuat pertahanan. Akibatnya, kapten Marquinhos, didukung oleh Achraf Hakimi dan Nuno Mendes, harus bekerja keras menghadapi serangan langsung Liverpool.

“Jika Anda ingin menang dalam pertandingan ini, Anda harus bisa bertahan dengan intensitas tinggi,” kata Enrique, dikutip dari situs web UEFA.

“Dan, kami tahu kami hanya bisa mengandalkan serangan balik. Namun pertandingan sebenarnya berakhir imbang dari kedua tim yang sama-sama bermain sepak bola sangat baik. Ini juga merupakan kehormatan bagi kami bisa bermain di Anfield,” katanya lagi.

Menurut Enrique, sebenarnya PSG lebih unggul dan mampu mendominasi pertandingan. Di sisi lain, kepala Liga Prancis kesulitan karena tekanan dari PSG. Namun, Les Parisiens mampu mencetak dua gol, yang semuanya dicetak oleh Ousmane Dembele.

“Di babak pertama kami bermain lebih baik. Kami mampu mengendalikan permainan dan menciptakan beberapa peluang. Di babak kedua, permainannya berbeda. Kami menghadapi kesulitan karena mereka memberikan tekanan,” kata mantan pelatih Barcelona dan timnas Spanyol.

“Kami dalam masalah namun kami mampu mengalahkan mereka dua kali. Kami juga mencetak dua gol dalam setiap pertandingan,” katanya.

Dalam pertandingan itu, Liverpool langsung menyerang pertahanan PSG. Manajer Arne Slot, yang tertekan menyusul hasil buruk Liverpool musim ini, menurunkan duet mematikan Hugo Ekitike dan Alexander Isak.

Namun, duet tersebut gagal memenuhi ekspektasi. Bahkan Ekitike hanya bermain setengah jam sebelum digantikan oleh Mohamed Salah akibat cedera sehingga tidak dapat melanjutkan pertandingan.

Masuknya Salah juga tidak memberikan kontribusi secara optimal. Sebaliknya, PSG berhasil mencuri kesempatan untuk mencetak gol saat Dembele mengalahkan kiper Giorgi Mamardashvili pada menit ke-71.

Gol yang membawa juara bertahan Liga Champions unggul 1-0 dan menghabisi Liverpool. Dengan total 3-0, Liverpool harus mampu mencetak setidaknya tiga gol untuk memperpanjang napasnya. Namun mereka kesulitan menembus pertahanan kokoh tim tamu.

Selain itu, Dembele kemudian menguatkan keunggulan menjadi 2-0. Pemenang Ballon D’Or itu kembali mencetak gol pada injury time. Skor dua gol bertahan hingga akhir pertandingan.

PSG juga menang 4-0 secara agregat untuk lolos ke semi-final menghadapi Bayern Munich atau Real Madrid. Bayern, yang menjadi tuan rumah melawan Madrid, hanya butuh hasil imbang karena mereka sudah menang 2-1 di leg pertama di Santiago Bernabeu.