Pembukaan Index Komposit Jakarta (IHSG) Indonesia dibuka dengan kenaikan yang kuat sebesar 1,01% menjadi 7.753 pada hari Rabu (15/04), didorong oleh harapan atas kemajuan diplomasi AS-Iran. Namun, reli cepat memudar saat indeks berbalik menjadi 7.646, turun 0.38% setelah rupiah mencapai rekor terendah Rp17.138 per dolar AS.
– IHSG melonjak hingga 7.773 sebelum berbalik arah akibat pelemahan rupiah, dengan kurs menyentuh Rp17.138 per dolar – Sektor konsumen non-primer (-0,56%) dan keuangan (-0,45%) memimpin penurunan sesi pertama – Saham-saham kapitalisasi besar BREN (-4,2%) dan BRPT (-3,2%) menjadi beban terberat pada indeks
BRI Danareksa Securities mengidentifikasi dua pendorong di balik kekuatan sesi awal. Potensi negosiasi lanjutan AS-Iran dan proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 5,5% di Q1 2026 meningkatkan sentimen investor saat pembukaan.
Optimisme tersebut ternyata hanya sementara saat tekanan mata uang meningkat. Rupiah melemah menjadi Rp17.138 per dolar AS pada pukul 10:10 WIB, menurut data Bloomberg Technoz.
Pembalikan arah sangat tajam, dengan indeks tergelincir dari puncak sesi 7.773. IHSG menyentuh titik terendah 7.642 selama sesi perdagangan pertama.
Nilai perdagangan sesi pertama mencapai Rp9,41 triliun melintasi 20,79 miliar saham. Frekuensi perdagangan mencapai 1,32 juta transaksi, menurut data Bloomberg Technoz.
Sektor konsumen non-primer memimpin kerugian dengan penurunan 0,56%. Sektor keuangan dan energi turun masing-masing 0,45% dan 0,25%.
PT Barito Renewables Energy (BREN) menjadi penurun terbesar, tergelincir 4,2%. PT Barito Pacific (BRPT) dan PT Vktr Teknologi Mobilitas (VKTR) juga turun masing-masing 3,2% dan 4%.
Meski indeks melemah, saham-saham yang mengalami kenaikan masih lebih banyak daripada yang mengalami penurunan, yaitu 334 banding 294. Ada tambahan 182 saham yang stagnan pada sesi pertama.



