Senator AS Amerika Serikat Lindsey Graham mengatakan dalam sebuah posting di X/Twitter pada hari Rabu bahwa ia telah membahas rincian konflik Iran dengan Presiden Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam panggilan telepon sebelumnya pada hari Rabu.
Anggota Partai Republik Carolina Selatan tersebut menggambarkan fokus pembahasan sebagai “cara ke depan mengenai konflik Iran.”
“Saya pikir keputusan Presiden untuk mempertahankan blokade adalah sangat cerdas,” kata Graham. “Ini memiliki efek kuat terhadap kemampuan Iran untuk terus menjadi sponsor terorisme terbesar, yang tampaknya mereka bertekad untuk melakukannya,” katanya.
“Saya tidak hanya mengharapkan blokade ini tetap berlangsung sampai Iran menunjukkan komitmen untuk mengubah perilakunya, saya juga mengharapkan blokade akan terus berkembang dan mungkin akan menjadi global segera,” lanjut Graham.
Graham juga memperingatkan negara-negara agar tidak membantu usaha distribusi minyak Iran, dengan mengatakan bahwa mereka “melakukannya atas risiko sendiri,” sambil menekankan penggunaan sumber daya terkait oleh Iran untuk tujuan teror.
Senator tersebut mengucapkan selamat kepada Trump atas tindakannya, mencatat bahwa situasi ini “adalah kesempatan terbaik sejak tahun 1979 untuk mengubah perilaku rezim tersebut.”
“Saya harap hal ini dapat tercapai melalui diplomasi,” tambah Graham.
Pada hari Rabu, US CENTCOM membantah laporan media yang mengklaim bahwa beberapa kapal telah berhasil lolos dari blokade Selat Hormuz.
Dalam posting di halaman X/Twitter-nya, CENTCOM menggambarkan laporan tersebut sebagai “tidak akurat,” dengan menambahkan bahwa AS telah memerintahkan 29 kapal untuk berbalik atau kembali ke pelabuhan sebagai bagian dari blokade.
Posting tersebut menyebutkan tiga kapal yang laporan media klaim telah melanggar blokade, yaitu M/V Hero II, M/V Hedy, dan M/V Dorena, sebagai contoh kapal-kapal yang telah dicegah melakukannya.
“Dorena telah diawasi oleh sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS di Samudra Hindia setelah sebelumnya mencoba melanggar blokade,” kata CENTCOM.
“Militer AS memiliki jangkauan global,” tambah CENTCOM. “Pasukan Amerika sedang beroperasi dan menegakkan blokade di seluruh Timur Tengah dan sekitarnya.”
James Genn turut berkontribusi dalam laporan ini.





