Uni Emirat Arab dikabarkan telah memulai pembicaraan dengan Amerika Serikat mengenai kemungkinan jaring pengamanan keuangan, karena kekhawatiran meningkat tentang dampak ekonomi dari perang Iran yang sedang berlangsung.
Menurut laporan dari The Wall Street Journal, pembicaraan ini berpusat pada kemungkinan cadangan jika konflik tersebut memburuk dan semakin membebani ekonomi negara. Pada inti dari diskusi ini adalah proposal yang diajukan oleh Gubernur Bank Sentral Uni Emirat Arab, Khaled Mohamed Balama, selama pertemuan di Washington minggu lalu.
Dia mengusulkan ide garis swap mata uang dengan pejabat dari Federal Reserve dan Departemen Keuangan AS, termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent. Langkah ini menandakan perencanaan tahap awal daripada permintaan formal.
Pertemuan ini mencerminkan kegelisahan yang semakin meningkat di dalam Uni Emirat Arab bahwa perang tersebut dapat merusak posisinya sebagai pusat keuangan global.
Ada kekhawatiran bahwa ketidakstabilan yang berkepanjangan bisa menguras cadangan devisa dan memicu pelarian modal, meskipun belum ada permintaan formal untuk garis swap yang diajukan.
Konflik yang dimulai pada 28 Februari telah mulai meninggalkan bekasnya. Kerusakan pada infrastruktur energi dan gangguan pada pengiriman minyak melalui Selat Hormuz telah memutus sumber pendapatan dolar yang penting bagi negara tersebut.
Sebelumnya, Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan melakukan pembicaraan dengan Raja Fujairah, Sheikh Hamad bin Mohammed Al Sharqi, fokus pada prioritas nasional.
Selama pertemuan itu, para pemimpin meninjau masalah pengembangan kunci, menekankan bahwa kesejahteraan publik tetap menjadi pusat arah kebijakan UEA dan perencanaan ekonomi jangka panjang.
Sebagai bagian dari kunjungan itu, kedua pemimpin memeriksa operasi di Pelabuhan Fujairah, mengevaluasi langkah-langkah yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan bisnis dan efisiensi operasional yang tinggi.
Kedua pemimpin menggambarkan pelabuhan sebagai aset nasional strategis, sangat penting untuk mendukung ekonomi Uni Emirat Arab dan pasar energi global, serta memperkuat posisi negara sebagai pusat penting untuk perdagangan internasional.






