Deputi Ketua Parlemen Iran menegaskan bahwa kemenangan berasal dari kehendak bangsa, bukan dari peralatan militer modern, dan menambahkan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali melalui tindakan militer.
Menurut Pars Today, Ali Nikzad, Deputi Ketua Parlemen Iran, mengungkapkan apresiasi terhadap pasukan bersenjata Iran dan semua pejuang militer dan keamanan, menggambarkan mereka sebagai lengan yang kuat dalam menghancurkan musuh negara.
Ia mengatakan bahwa hari ini, berkat upaya ini, sebuah babak baru dalam sejarah bangsa Iran telah dimulai. Dia menambahkan bahwa sistem Islam telah menghadirkan rezim Zionis yang menduduki, Amerika Serikat yang mengklaim status kekuatan super, dan sekutu regional mereka ke dalam kekalahan strategis dan keterperosokan yang menghancurkan.
Nikzad menyatakan bahwa Amerika Serikat, dalam sebuah kesalahpahaman, mengira bisa menelan Iran namun malah menghadapi penghalang kuat berupa bangsa Iran dan mendapat tamparan yang signifikan.
Dia menyatakan: “Sekarang Presiden terkutuk Amerika Serikat dan anjing gila regional mereka terjebak dalam kebuntuan yang tidak bisa mereka temukan jalan keluarnya kecuali dengan menyerah pada kehendak bangsa Iran yang besar. Dalam perang ini, pasukan bersenjata kita mengganti kekurangan sistem pendidikan dan pelatihan AS dan berhasil mengajarkan beberapa pelajaran dalam sejarah dan geografi, sehingga mereka memahami bahwa pewaris peradaban ribuan tahun dan pengikut sekolah Imam Hussain (sa)’a tidak dapat dipaksa menyerah dengan bom dan misil. Mereka harus mempelajari sejarah bangsa ini dan sekali lagi menjadi akrab dengan geografi wilayah untuk menerima kekalahannya sendiri”
Ali Nikzad menekankan bahwa tatanan kekuatan global baru telah muncul, dan dunia harus menerima bahwa mereka berurusan dengan kekuatan global yang tidak menyerah di bawah tekanan apapun.
Ia menambahkan bahwa Selat Hormuz telah lama digunakan secara damai berkat martabat bangsa Iran, tetapi pihak lainlah yang memprovokasi perang. “Sekarang mereka harus beradaptasi dengan tatanan baru dari jalur air strategis ini. Selat ini tidak akan dibuka kembali melalui operasi militer,” katanya.




