Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah menyebabkan lonjakan kasus depresi di seluruh dunia. Menurut para peneliti, tingkat depresi telah meningkat secara signifikan sejak pandemi dimulai pada tahun 2020.
Studi ini melibatkan lebih dari 10.000 partisipan dari berbagai negara dan menemukan bahwa hampir setengah dari mereka melaporkan gejala depresi. Para ahli kesehatan mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari lonjakan kasus depresi ini dan mendorong untuk meningkatkan akses ke layanan kesehatan mental.
Selain itu, studi juga menyoroti pentingnya dukungan sosial dalam mengatasi depresi. Partisipan yang memiliki dukungan sosial yang kuat cenderung mengalami gejala depresi yang lebih ringan daripada yang tidak memiliki dukungan tersebut.
Para peneliti berharap bahwa hasil studi ini dapat meningkatkan kesadaran akan masalah kesehatan mental dan mendorong tindakan untuk mengurangi stigma seputar depresi.



