Barcelona Berhasil Berterima Kasih kepada Beknya yang Sekarang Bermain dengan Betis, Hector Bellerin JAKARTA – Barcelona layak untuk berterima kasih kepada mantan bek mereka, Hector Bellerin, yang menggagalkan kemenangan Real Madrid. Hampir mendapatkan tiga poin dalam pertandingan La Liga Spanyol di Stadion De la Cartuja, Sabtu, 25 April 2026 dini hari WIB, Madrid hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Real Betis. Bellerin memaksa hasil imbang setelah mencetak gol bagi Betis di waktu injury time.
Ini merupakan hal yang memalukan bagi Madrid. Harapan untuk memperkecil selisih poin dengan Barca tidak berjalan lancar. Ketika berkunjung ke markas Betis, tim yang dilatih oleh Alvaro Arbeloa sebenarnya hampir membawa pulang tiga poin. Bahkan, mereka tidak hanya mencetak satu gol karena menciptakan banyak kesempatan yang seharusnya meningkatkan keunggulan.
Ketika pertandingan hampir berakhir, tiba-tiba Bellerin muncul sebagai penyelamat Betis. Dia berhasil mengalahkan kiper Andriy Lunin di waktu injury time dan hanya dua menit kemudian pertandingan berakhir.
Hasil imbang yang mengecewakan karena Madrid gagal mendekati Barca yang berada di puncak klasemen. Dengan 74 poin, Los Merengues masih tertinggal delapan poin dari Barca. Bahkan tim Hansi Flick memiliki kesempatan untuk semakin menjauh dari kejaran Madrid jika mengalahkan Getafe, Sabtu malam.
Tidak hanya meninggalkan Madrid, tetapi Barca yang kehilangan pemain bintang Lamine Yamal karena cedera hamstring sehingga harus mengakhiri kompetisi lebih awal memiliki kesempatan besar untuk mempertahankan gelar liga.
Sementara itu, Betis yang berhasil meraih satu poin di kandang tetap berada di posisi kelima dengan 50 poin. Tim Manuel Pellegrini juga tetap memiliki kesempatan untuk tampil di Liga Europa musim depan.
Kegagalan meraih kemenangan di kandang karena gol di menit terakhir membuat Arbeloa kecewa. Alasannya adalah, Madrid layak untuk menang dalam pertandingan.
“Kami mendapatkan pukulan besar di menit terakhir. Kami sudah mengalami hal itu banyak kali dan akhirnya mendapatkan hasil yang memang tidak kami harapkan. Alasannya adalah kami memiliki kesempatan untuk menang,” kata Arbeloa seperti dikutip oleh france24.
Arbeloa juga mengkritik keputusan wasit yang merugikan Madrid dan itu ‘mempengaruhi hasil akhir pertandingan’. Namun, sebenarnya Madrid diuntungkan oleh wasit yang membiarkan insiden Brahim Diaz saat menyentuh bola di kotak penalti. Pemain Betis itu telah mengangkat tangan yang menunjukkan bahwa Diaz melakukan handball. Namun, wasit mengabaikannya.
Setelah insiden tersebut, Madrid berhasil unggul melalui Vinicius Junior. Dimulai dengan aksi kapten Federico Valverde yang melepaskan tembakan keras ke gawang namun bisa dihentikan oleh kiper Alvaro Valles. Hanya bola itu memantul ke Vinicius Jr yang segera mengejar bola tersebut.
Keunggulan 1-0 membuat Madrid lebih intensif dalam menerapkan tekanan. Bahkan, mereka hampir meningkatkan keunggulan saat Jude Bellingham mendapat kesempatan dan melepaskan tembakan ke gawang. Namun tendangan pemain tim nasional Inggris itu masih bisa dihentikan oleh Valles sehingga skor tidak berubah hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Betis menunjukkan kebangkitan dengan menciptakan sejumlah peluang yang mengancam gawang Madrid.
Setidaknya, Antony hampir mencetak gol jika tidak dihentikan oleh Lunin. Mantan pemain Manchester United itu mendapat kesempatan lain ketika dia menyambut bola dari striker Cedric Bakambu. Namun, tendangan Antony masih belum menghasilkan gol.
Ketika tertekan, Madrid sebenarnya berhasil mencetak gol melalui Kylian Mbappe di menit ke-53. Namun, wasit membatalkan gol tersebut karena Mbappe berada dalam posisi offside.
Betis kembali mendapat kesempatan melalui Antony, namun tembakannya diblok oleh bek Ferland Mendy. Meskipun bola mengenai tangan Mendy saat memblokir bola Antony, wasit tidak memberikan penalti.
Saat pertandingan hampir berakhir dan memasuki injury time, Madrid diharapkan untuk menang. Namun, Bellerin berada di tempat dan waktu yang tepat ketika ada krisis di depan gawang Madrid dan dia mendapat bola liar dari bek Antonio Rudiger.
Bellerin segera merebut bola untuk mengalahkan Lunin. Skor berubah menjadi 1-1 bagi kedua tim dan bertahan hingga akhir pertandingan.



