JAKARTA – Hasil buruk Chelsea setelah kalah dari Brighton and Hove Albion dengan skor 3-0 memaksa manajemen klub untuk tiba-tiba mengadakan pertemuan. Menurut informasi, pertemuan hanya membahas kemungkinan pemecatan manajer Liam Rosenior.
Kekalahan memalukan dari Brighton dalam pertandingan Liga Premier Inggris di Amex Stadium, Rabu, 22 April 2026, tampaknya menjadi puncak kemunduran Chelsea. Chelsea telah menelan lima kekalahan beruntun dan tidak mampu mencetak gol. Ini adalah catatan terburuk bagi The Blues sejak tahun 1915.
Bukan hanya itu, Chelsea juga mengalami penurunan peringkat yang membuat mereka semakin jauh dari zona Liga Champions. Ironisnya karena ketika Rosenior menggantikan Enzo Maresca pada Januari, posisi Chelsea cukup nyaman di empat besar.
Setelah Rosenior menjadi manajer baru, Chelsea terus menurun. Saat ini, juara Liga Champions dua kali ini tertinggal dalam perlombaan untuk meraih tempat di kompetisi Eropa tertinggi dan sekarang berada di peringkat ketujuh. Chelsea kesulitan untuk memperebutkan zona Liga Champions meskipun Liga Premier Inggris musim ini mendapat lima slot dari UEFA.
Rosenior sendiri mengakui bahwa performa tim saat kalah dari Brighton ‘sulit diterima’. Menurutnya, gol Robert Sanchez terlalu mudah diterima.
Bahkan Rosenior mengklaim bahwa gol Brighton terlalu mudah dan seharusnya tidak terjadi. Tidak mengherankan Rosenior tertangkap kamera memegang kepalanya dan kemudian menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya ketika penyerang veteran Danny Welbeck mencetak gol ketiga Brighton.
“Aku benar-benar marah. Aku memberi tahu mereka [para pemain] bahwa itu tidak dapat diterima. Gol mereka membuat kami tidak dapat menerimanya. Kami kalah bukan hanya karena taktik semata. Ini tentang semangat, spirit, keberanian. Dan saya tidak melihat semua itu dalam tim ini,” kata Rosenior.
Apa pun pembelaan pelatih mantan Strasbourg ini nampaknya berarti bagi pimpinan klub yang mengadakan pertemuan Rabu malam waktu setempat. Menurut sumber yang dikutip oleh The Sun, sudah ada pimpinan klub yang ingin Rosenior dipecat meskipun hanya menjabat sebagai manajer Chelsea selama empat bulan.
Jika Rosenior dipecat, maka manajemen akan kembali ke skenario sebelumnya. Mantan manajer Chelsea U-21 Calum McFarlane akan kembali sebagai manajer pelaksana.
McFarlane sendiri mempersiapkan Chelsea untuk dua pertandingan melawan Manchester City dan Fulham. Hasilnya, Chelsea bermain imbang 1-1 melawan Man City dan kemudian menyerah 2-1 atas Fulham dalam derby London.
McFarlane hanya menangani dua pertandingan dan kemudian posisi manajer diambil alih oleh Rosenior. Hanya Rosenior kemudian membuat McFarlane menjadi salah satu asisten manajer.
McFarlane sendiri pasti akan menangani Chelsea hingga akhir musim yang hanya tinggal beberapa pertandingan. Klub tersebut telah menargetkan sejumlah manajer, termasuk Andoni Iraola yang akan meninggalkan Bournemouth pada akhir musim ini. Selain itu, ada Oliver Glasner yang akan meninggalkan Crystal Palace.
Mantan pemain Chelsea, Cesc Fabregas, juga menjadi kandidat. Fabregas sendiri telah sukses dalam melatih Como 1907 dan kini mereka memiliki kesempatan untuk tampil dalam kompetisi Eropa.
Pertanyaannya adalah, salah satu pemilik klub, Behdad Eghbali, masih memberi kesempatan pada Rosenior yang memiliki kontrak jangka panjang selama lima tahun. Hanya, Eghbali menuntut Rosenior mampu membawa Chelsea ke Liga Champions musim depan.
Namun, dengan perkembangan yang menuntut Rosenior untuk dipecat, Eghbali tidak keberatan untuk memberhentikannya. Hanya, klub akan memberikan kompensasi yang sangat besar karena Rosenior mendapatkan kontrak panjang pada bulan Januari.







