Beranda Indonesia Rencana Water Taxi Bali dijelaskan: Rute, Biaya, Timeline

Rencana Water Taxi Bali dijelaskan: Rute, Biaya, Timeline

32
0

Jakarta. Sebuah layanan taksi air yang direncanakan yang menghubungkan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali dan pusat wisata populer Canggu bisa memangkas waktu perjalanan menjadi hanya 30 menit dari sekitar satu jam, atau hingga dua jam selama kemacetan puncak, saat Indonesia berupaya mengurangi kemacetan kronis di Pulau Dewata.

Inisiatif transportasi maritim sedang disiapkan oleh operator feri milik negara, ASDP Indonesia Ferry.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mengatakan inisiatif ini bertujuan untuk memenuhi permintaan mobilitas yang meningkat sambil memperkuat konektivitas antarmoda di daerah pariwisata kunci.

“Pengembangan layanan taksi air mencerminkan komitmen kami untuk mendukung dorongan pemerintah terhadap sistem transportasi yang lebih terintegrasi. Kami berharap layanan ini dapat menawarkan alternatif yang efisien, aman, dan nyaman baik untuk penduduk maupun wisatawan,” katanya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan taksi air akan berfungsi sebagai opsi mobilitas yang efisien dan ramah lingkungan, membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di kabupaten Badung, pusat pariwisata utama Bali.

Proyek ini muncul ketika Bali berjuang dengan tekanan yang semakin besar pada sistem transportasinya. Kementerian Perhubungan memperkirakan pulau ini memiliki sekitar 4,7 juta kendaraan tapi hanya 8.685 kilometer jalan, menyebabkan kemacetan kronis di pusat-pusat perkotaan dan daerah wisata. Dengan hampir 20 juta pengunjung setiap tahun dan hanya sekitar 4% menggunakan transportasi umum, pihak berwenang mendorong alternatif yang lebih efisien.

Studi kelayakan yang dilakukan oleh ASDP dan operator bandara Angkasa Pura Indonesia menemukan bahwa proyek ini layak, dengan mengidentifikasi rute Sekeh-Canggu (Berawa) sebagai prioritas untuk pengembangan awal. Studi tersebut mencakup permintaan pasar, desain teknis, kelayakan keuangan, dan dampak lingkungan.

Canggu menduduki peringkat tiga teratas destinasi paling diminati baik oleh wisatawan domestik maupun internasional, menurut survei pemerintah.

Investasi awal untuk proyek ini diperkirakan sebesar Rp 1,21 triliun ($70,5 juta), termasuk infrastruktur pendukung seperti pemecah gelombang di Pantai Sekeh dekat bandara dan di Pantai Berawa di Canggu untuk memastikan keselamatan di perairan pesisir Bali.

Layanan yang direncanakan akan menggunakan kapal cepat yang mampu membawa hingga 200 penumpang, beroperasi setiap hari antara pukul 06.00 pagi hingga pukul 17.00 sore waktu lokal.

Proyek ini saat ini berada dalam fase perencanaan teknis yang mendetail (DED), dengan target selesai pada tahun 2026. Konstruksi diharapkan dimulai pada bulan Agustus 2026 dan berlangsung hingga Juli 2027, dengan rencana operasi percobaan juga dijadwalkan untuk 2026.

Pejabat mengatakan pemerintah akan terus menyempurnakan desain dan kerangka regulasi sebelum membuat keputusan final, karena mereka berusaha untuk memberikan solusi transportasi yang aman, terintegrasi, dan berkelanjutan untuk Bali.