Nusa Dua, Bali (ANTARA) – Kementerian Pariwisata Indonesia sedang melakukan diversifikasi pasar target dengan mengalihkan fokusnya ke Asia dan Oseania, langkah ini bertujuan untuk mengurangi dampak konflik di Timur Tengah terhadap sektor pariwisata.
“Kami kini sedang memusatkan upaya kami pada Asia dan Oseania. Mereka adalah target utama kami,” kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa di sini pada hari Jumat.
Puspa menjelaskan bahwa kementerian saat ini sedang meningkatkan kampanye promosi di negara-negara yang berjarak penerbangan pendek hingga menengah, khususnya menargetkan negara-negara Asia Tenggara dan Australia.
Untuk mendukung transisi ini, para pemangku kepentingan industri sedang mengembangkan paket perjalanan dan penawaran harga yang kompetitif, katanya.
Terdapat juga penekanan yang signifikan pada pemasaran digital-terlebih dahulu untuk menarik perhatian wisatawan Generasi Z, yang merupakan kelompok demografis yang sangat aktif dalam ranah digital.
Inisiatif-inisiatif ini bertujuan untuk menjaga pertumbuhan kedatangan wisatawan asing dan memastikan sektor pariwisata tetap tangguh meskipun adanya ketidakstabilan regional.
Pergeseran ini terjadi karena perjalanan udara melalui pusat transit di Timur Tengah menghadapi gangguan akibat penutupan wilayah udara baru-baru ini.
Selain itu, volatilitas di Selat Hormuz-sebagai jalur utama minyak global-telah meningkatkan biaya bahan bakar pesawat di seluruh dunia.
Secara tradisional, para wisatawan jarak jauh dari Amerika Serikat dan Eropa mengandalkan tiga pusat utama di Timur Tengah: Dubai, Abu Dhabi, dan Doha.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), negara ini menyambut 15,39 juta turis asing pada tahun 2025, menandai peningkatan sebesar 10,80 persen dari tahun sebelumnya.
Bali tetap menjadi daya tarik utama negara ini, yang mencakup 6,95 juta kedatangan.
Australia terus mempertahankan posisinya sebagai sumber pariwisata utama untuk Bali dengan 1,62 juta kedatangan, diikuti dalam sepuluh besar oleh India, Tiongkok, Korea Selatan, Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, dan Jepang.
Berita Terkait: Korea Selatan meminta maaf atas kontroversi penunjukan perjalanan ke Bali: Kementerian
Berita Terkait: Polisi Bali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan kokain yang terkait dengan jaringan internasional
Diterjemahkan oleh: Dewa Ketut, Raka Adji
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026







