Tangerang. Indonesia telah memulai proses repatriasi 45 warganya dari Iran di tengah konflik yang semakin meningkat melibatkan Amerika Serikat dan Israel, kata Kementerian Luar Negeri.
Para evakuasi tiba dalam tiga kelompok antara 14 April dan 16 April, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kelompok pertama mendarat dengan aman pada Selasa pukul 18.00 WIB setelah melakukan perjalanan dari Baku, Azerbaijan.
Setibanya, para evakuasi diserahkan kepada pihak berwenang regional yang terkait, termasuk Kantor Sosial Jakarta dan lembaga penghubung provinsi dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Lampung. Mereka akan dibantu untuk kembali ke kampung halaman masing-masing.
Kelompok kedua tiba pada hari Rabu, sementara kelompok terakhir dijadwalkan tiba di Indonesia pada hari Kamis, juga melalui gerbang internasional utama Jakarta.
Evakuasi ini merupakan bagian dari respons pemerintah yang lebih luas yang dipimpin oleh Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan misi-misi Indonesia di luar negeri, termasuk Kedutaan Besar Indonesia di Tehran dan Kedutaan Besar Indonesia di Baku. Upaya ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan perlindungan warga Indonesia yang terkena dampak situasi keamanan yang memburuk di wilayah tersebut.
Menurut data dari Kedutaan Besar Indonesia di Tehran per tanggal 7 April, total 281 warga Indonesia masih berada di Iran setelah fase evakuasi sebelumnya. Sebagian besar adalah mahasiswa yang tinggal di kota Qom, dengan yang lain terdiri dari pekerja migran dan ekspatriat.
Kementerian Luar Negeri, melalui kedutaan besarnya di Tehran, terus menjaga komunikasi yang erat dengan warga Indonesia yang masih berada di negara tersebut. Pihak berwenang juga sedang mengevaluasi langkah-langkah bantuan lebih lanjut sesuai dengan perkembangan yang terjadi di lapangan.






