Presiden Perancis Emanuel Macron telah memperpanjang periode karantina nasional di negaranya hingga akhir April untuk melawan penyebaran virus corona yang mematikan.
Dalam pidato televisi pada Senin malam, Macron mengumumkan bahwa semua pergerakan non-esensial di negara itu akan terus dilarang hingga 15 April.
“Sejak 22 Maret, kita telah mengurangi kontak sosial kita hingga lebih dari tiga minggu. Minggu-minggu yang indah ini, perjuangan kita belum berakhir,” kata Macron.
Sebelumnya, Prancis telah memberlakukan karantina nasional selama 15 hari pada 17 Maret untuk mengatasi pandemi COVID-19.
Prancis saat ini merupakan salah satu negara dengan jumlah kasus virus corona terbesar di Eropa, dengan lebih dari 40.000 kasus terkonfirmasi dan 3.000 kematian akibat virus tersebut.




