Persija Jakarta U-20 Juara Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026
Persija Jakarta U-20 berhasil meraih gelar juara Elite Pro Academy (EPA) Super League musim 2025/2026 setelah menghentikan Malut United FC di final kompetisi untuk kelompok usia ini. Macan Muda berhak naik ke posisi tertinggi setelah menang 1-0 dalam pertandingan final yang berlangsung di Garudayaksa Football Academy, Bekasi, pada Minggu, 17 Mei 2026. Gol yang menentukan kemenangan dicetak oleh Theodore Evan Leeming empat menit sebelum babak pertama biasa berakhir.
Pelatih Persija U-20, Furqon Alkatiri, mengatakan bahwa kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras semua orang di tim selama kurang lebih satu tahun. “Perjuangan anak-anak luar biasa. Hampir satu tahun kita berkumpul, kita berjuang bersama, dan dengan kerja keras seluruh tim, akhirnya Persija memenangkan yang pertama. Syukur Alhamdulillah,” ujarnya di Bekasi setelah pertandingan.
Hasil ini juga membalaskan kekalahan Persija Jakarta di Elite Pro Academy Super League U-18. Pada kategori tersebut, mereka gagal naik ke podium tertinggi setelah kalah dalam adu penalti melawan Malut United U-18.
Di sisi lain, kekalahan melawan Persija Jakarta di level EPA Super League U-20 berarti bahwa Malut United FC gagal meraih gelar setelah tim U-18 mereka berhasil menahan Persija tanpa gol dalam waktu normal dan kemudian menang tipis 3-2 dalam adu tendangan.
Furqon mengakui bahwa ia sangat bahagia karena selain gelar juara di kategori U-20, Persija Jakarta juga berhasil meraih penghargaan akademi terbaik untuk semua tingkat kompetisi. “Alhamdulillah dengan beberapa prestasi yang berhasil diraih Persija tahun ini, semoga menjadi stimulus bagi direktur akademi dan direktur teknik untuk mencetak banyak pemain dari Persija yang nantinya akan menjadi tulang punggung timnas,” ujarnya.
Persija U-20 memimpin Grup A dengan 83 poin, hasil dari 32 pertandingan dengan 27 kemenangan, dua imbang, dan tiga kekalahan. Pada fase tersebut, mereka mampu mencetak 110 gol dan hanya kebobolan 16 gol, alias selisih gol 94.
Di sisi lain, Malut United U-20 memimpin Grup B dengan 67 poin, hasil dari 21 kemenangan, empat imbang, dan tujuh kekalahan. Selama babak grup, Malut mampu mencetak 59 gol dan kebobolan 26 gol atau selisih gol 33.
Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra mengatakan bahwa sebagai penyelenggara mereka sangat puas dengan segalanya karena berjalan lancar. Namun, ada beberapa catatan yang akan mereka perbaiki untuk musim mendatang. “Kami masih menyadari bahwa ada beberapa catatan untuk tingkat usia muda, memang catatan dalam hal pelanggaran disiplin masih cukup tinggi. Saya kira ini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita,” katanya.
Selain pada level U-18 dan U-20, EPA Super League juga telah menyelesaikan puncak U-16 pada hari yang sama. Di kategori ini, Persik Kediri keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persis Solo dengan skor 5-3 dalam adu penalti setelah mereka bermain imbang 1-1 dalam waktu normal.
Tidak hanya trofi juara, I.League sebagai operator kompetisi juga memberikan penghargaan Fair Play individu dan tim untuk semua kategori setelah serangkaian pertandingan selesai. Dari EPA Super League U-16, penghargaan pemain terbaik diraih oleh Haikal Kamil (Persik Kediri), pelatih terbaik diberikan kepada Imam Rohmawan (Persis Solo), kiper terbaik diberikan kepada Sendy Juliansyah (Dewa United Banten FC), top skor atas nama Ichiro Akbar (Bhayangkara Presisi Lampung FC), dan Fair Play diraih oleh Persija Jakarta.
Kemudian dalam kategori U-18, pemain terbaik didapat oleh Kaindra Nabil (Persib Bandung), pelatih terbaik adalah Ferdiansyah (Persija Jakarta), kiper terbaik diberikan kepada Dhanet Andika (Persis Solo), top skor adalah Hadza Mahendra (Borneo FC Samarinda), dan Fair Play diberikan kepada Persija Jakarta.
Sementara itu, di level U-20, pemain terbaik didapat oleh Fahran Darwan (Malut United FC), pelatih terbaik diraih oleh Furqon (Persija Jakarta), kiper terbaik adalah Er Deva Aulia (Persis Solo), top skor adalah Ahmad Mujadid (Persija Jakarta), dan Fair Play didapat oleh Semen Padang FC.




