Beranda Dunia Dekade krisis untuk dunia: PM Modi memperingatkan prestasi masa lalu bisa dihapus...

Dekade krisis untuk dunia: PM Modi memperingatkan prestasi masa lalu bisa dihapus oleh perang di Timur Tengah.

34
0

PM Modi Peringatkan tentang Bahaya Perang dan Krisis Energi yang Dapat Membalikkan Kemajuan

NEW DELHI: Perdana Menteri Narendra Modi pada hari Sabtu memperingatkan bahwa perang yang terus berlanjut dan ketidakstabilan global dapat membalikkan kemajuan puluhan tahun dan mendorong populasi besar kembali ke dalam kemiskinan, sambil menekankan perlunya rantai pasok global yang tangguh dan terpercaya.

Menyampaikan pidato di depan diaspora India di Den Haag selama kunjungannya ke Belanda, PM Modi mengatakan bahwa dunia sedang melewati fase yang sangat menantang ditandai oleh dampak-dampak pasca pandemi Covid-19, perang yang sedang berlangsung, dan krisis energi.

“Pertama-tama ada corona, lalu pecahlah perang, dan sekarang ada krisis energi,” kata Perdana Menteri, menambahkan bahwa “dekade ini menjadi dekade krisis bagi dunia.”

“Jika situasi ini tidak berubah dengan cepat, pencapaian puluhan tahun yang lalu bisa terhapus. Sebagian besar populasi dunia bisa jatuh kembali ke dalam jerat kemiskinan,” tambahnya.

Dalam latar belakang tersebut, Perdana Menteri menyoroti kerja sama yang semakin meningkat antara India dan Belanda dalam membangun rantai pasok yang aman dan transparan. “Dalam kondisi global seperti ini, dunia saat ini sedang membicarakan rantai pasok yang tangguh, dan India serta Belanda bekerja sama untuk membangun rantai pasok yang terpercaya dan transparan,” katanya.

Pernyataan Perdana Menteri tersebut disampaikan dalam acara komunitas yang dihadiri oleh anggota diaspora India, di mana beliau juga memuji komunitas India di Belanda atas usaha mereka dalam melestarikan akar budaya sambil memberikan kontribusi kepada masyarakat Belanda.

“Begitu banyak cinta dan antusiasme… sesungguhnya, sesaat saya benar-benar lupa bahwa saya berada di Belanda. Terasa seperti ada festival yang sedang berlangsung di India,” ujar PM Modi.

Beliau menggambarkan kisah orang India yang menetap di luar negeri sebagai “kisah kemajuan di tengah berbagai perjuangan” dan memuji diaspora itu atas mereka yang terus melestarikan bahasa dan tradisi India melintasi generasi.

PM Modi juga merenungkan transformasi politik dan ekonomi India selama satu dekade terakhir, mengingat hasil pemilihan Lok Sabha 2014 yang membawa pemerintahan NDA yang dipimpin BJP ke tampuk kekuasaan dengan mayoritas penuh setelah puluhan tahun.

“Hari ini adalah 16 Mei, dan hari ini sangat spesial karena alasan lain juga. Dua belas tahun yang lalu hari ini, pada 16 Mei 2014, ada yang spesial terjadi,” katanya, menambahkan bahwa hasil pemilihan itu menandai kembalinya pemerintahan mayoritas yang stabil di India.

“Keyakinan dari jutaan warga India tidak membuat saya berhenti, juga tidak membuat saya lelah,” kata Perdana Menteri.

Selain itu, menyoroti pertumbuhan ekonomi India, PM Modi mengatakan bahwa negara ini telah menjadi ekosistem startup terbesar ketiga di dunia dan semakin menjadi pusat inovasi, manufaktur, dan energi hijau.

Perdana Menteri Narendra Modi juga menyoroti hubungan olahraga antara India dan Belanda, mencatat kontribusi kedua negara terhadap ekosistem olahraga masing-masing.

“Belanda tampil baik di Piala Dunia Kriket T20 di India,” kata Modi, menambahkan bahwa sebagaimana orang India telah berkontribusi pada kriket Belanda, Belanda juga telah memainkan peran penting dalam hoki India.

Beliau secara khusus menyebut mantan pelatih hoki wanita India, Sjoerd Marijne, mengatakan bahwa beliau telah memainkan peran “signifikan” dalam pertumbuhan hoki wanita India.