Sebuah penelitian baru telah menyarankan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit COVID-19. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Advances in Therapy dan melibatkan lebih dari 7000 pasien di Italia yang terinfeksi virus corona.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perokok memiliki risiko kematian dua kali lipat lebih tinggi daripada non-perokok ketika terinfeksi COVID-19. Peneliti percaya bahwa merokok dapat merusak paru-paru dan sistem kekebalan tubuh, sehingga meningkatkan keparahan penyakit pada pasien COVID-19.
Meskipun hasil ini menarik, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami sepenuhnya hubungan antara merokok dan risiko kematian akibat COVID-19. Namun demikian, para ahli kesehatan menekankan pentingnya menghentikan kebiasaan merokok untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko terjangkit virus.





