Sebuah Studi Besar-besaran Menunjukkan Hidup di Mediterania Bukan Hanya Tentang Diet

    47
    0

    Diet Mediterania dikenal sebagai salah satu pola makan paling menyehatkan. Ini kaya akan minyak zaitun, ikan, sayuran, dan biji-bijian. Namun penelitian baru menunjukkan bahwa gaya hidup yang terkait dengan wilayah ini mungkin sama pentingnya dengan apa yang ada di piring.

    Sebuah penelitian internasional berskala besar terhadap lebih dari 4.000 orang dewasa di 10 negara menemukan bahwa kepatuhan terhadap cara hidup ala Mediterania sangat bervariasi tergantung pada lokasi—dan perbedaan tersebut terlihat pada pola tidur, kesehatan mental, aktivitas fisik, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Inilah yang perlu Anda ketahui.

    Tentang penelitian

    Para peneliti mengumpulkan data dari 4.010 orang dewasa yang tinggal di Mediterania dan wilayah sekitarnya, termasuk Spanyol, Italia, Prancis, Jerman, Turkiye, Yordania, Maroko, Aljazair, Tunisia, dan Luksemburg.

    Daripada hanya berfokus pada pola makan, tim tersebut menggunakan Indeks MedLife, alat standar yang menilai kepatuhan gaya hidup Mediterania di tiga domain. Mereka juga mengevaluasi:

    • Status psikososial (depresi, kecemasan, tingkat stres)

    • Karakteristik tidur (kualitas, durasi, tingkat keparahan insomnia)

    • Aktivitas fisik dan perilaku sedentary

    Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menangkap gambaran yang lebih lengkap tentang bagaimana gaya hidup (bukan hanya pilihan makanan) bervariasi dalam konteks budaya.

    Spanyol menduduki peringkat tertinggi dalam kepatuhan gaya hidup Mediterania

    Hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan antar negara dalam hal kepatuhan gaya hidup Mediterania, dan variasinya jauh melampaui pola makan.

    Di antara negara-negara yang diteliti, Spanyol menunjukkan kepatuhan terkuat terhadap pola gaya hidup Mediterania. Peserta di Spanyol cenderung mendapat skor lebih tinggi di berbagai bidang—tidak hanya pola makan, tetapi juga perilaku yang terkait dengan kesejahteraan.

    Sementara itu, tingkat kepatuhan yang lebih rendah terjadi di beberapa wilayah non-Mediterania dan Afrika Utara, seringkali bersamaan dengan:

    • Beban psikologis yang lebih tinggi (depresi, kecemasan, stres)

    • Profil tidur yang kurang baik dan tingkat keparahan insomnia yang lebih besar

    • Menariknya, Tunisia menunjukkan waktu duduk yang lebih rendah

    Temuan ini menunjukkan bahwa gaya hidup Mediterania lebih dari sekadar pola makan kaya minyak zaitun dan produk segar. Hal ini dibentuk oleh faktor sosiokultural, sosioekonomi, dan lingkungan yang lebih luas yang memengaruhi cara orang tidur, bergerak, dan mengelola stres.

    BACA TERKAIT: Inilah 15 Suplemen Omega-3 Terbaik (Disetujui Ahli).

    Mengapa hal ini penting di luar diet

    Kualitas tidur, kesehatan mental, dan aktivitas fisik sangat bervariasi antar negara, dan faktor-faktor ini semakin diakui sebagai faktor kunci dalam hasil kesehatan jangka panjang.

    Gaya hidup Mediterania, sebagaimana ditangkap oleh Indeks MedLife, mencerminkan kebiasaan makan yang lebih luas Dan akses pangan, menjadikannya alat praktis untuk memahami kesehatan tingkat populasi. Namun hal ini juga menyoroti gagasan bahwa Anda tidak dapat memisahkan apa yang Anda makan dari cara hidup Anda. Semuanya terhubung.

    Faktanya, konsep tersebut awalnya mengacu pada cara hidup, termasuk pergerakan, istirahat, hubungan sosial, dan makan bersama—bukan hanya pilihan nutrisi.

    Jadi, jika selama ini Anda hanya fokus pada “makan Mediterania”, inilah saatnya untuk memperkecil dan mengambil pendekatan yang lebih komprehensif.

    Kesimpulannya

    Gaya hidup Mediterania tidak terlihat seperti pola makan tunggal, melainkan lebih seperti cara hidup yang lebih luas dan berbentuk konteks, dengan perbedaan kesejahteraan yang terukur di berbagai negara.

    Meskipun kita semua tidak bisa tinggal di kawasan Mediterania, kita semua bisa menerapkan prinsip-prinsip utama gaya hidup ini ke dalam rutinitas sehari-hari.