Beranda Dunia Pemungutan suara ditutup pada pemilihan presiden dan parlemen Peru

Pemungutan suara ditutup pada pemilihan presiden dan parlemen Peru

90
0

Laura Gamba

13 April 2026•Memperbarui: 13 April 2026

Pemungutan suara secara resmi ditutup pada hari Minggu dalam pemilihan presiden dan parlemen Peru setelah hari yang menegangkan karena kendala logistik.

Tempat pemungutan suara secara resmi ditutup pada pukul 6 sore waktu setempat (2300GMT), satu jam lebih lambat dari jadwal semula.

Kantor Proses Pemilu Nasional (ONPE) mengesahkan perpanjangan tersebut untuk mengakomodasi ribuan pemilih yang terkena dampak penundaan yang meluas di TPS di seluruh negeri.

Jutaan rakyat Peru berpartisipasi dalam pemilihan umum yang berisiko tinggi untuk memilih presiden baru dan anggota Kongres bikameral yang baru direstrukturisasi. Dengan jumlah calon presiden yang memecahkan rekor sebanyak 35 calon presiden, persaingan ini diwarnai oleh fragmentasi ekstrem dan tidak adanya kandidat terdepan yang jelas.

TPS dijadwalkan dibuka pada pukul 7 pagi, namun banyak lokasi, khususnya di ibu kota Lima, mengalami penundaan hingga tiga jam. Gangguan ini terutama disebabkan oleh terlambatnya kedatangan materi pemilu dan tidak adanya petugas pemungutan suara sukarela dalam jumlah besar.

Penundaan ini memicu kritik, sehingga beberapa sektor melontarkan tuduhan adanya penyimpangan. Sebagai tanggapannya, pihak berwenang memperluas jangka waktu pemungutan suara bagi sekitar 27 juta pemilih yang memenuhi syarat untuk memastikan partisipasi. Meskipun beberapa warga masih tidak dapat memberikan suara mereka sebelum batas waktu yang baru, pemerintah mengumumkan bahwa mereka akan dibebaskan dari denda standar yang biasanya dikenakan karena tidak memilih.

Proyeksi saat ini menunjukkan selisih yang sangat tipis di antara tujuh kandidat teratas, dan tidak satupun dari mereka diperkirakan akan memperoleh suara melebihi 15% dari total suara. Fragmentasi ini menjadikan pemilu putaran kedua pada tanggal 7 Juni hampir pasti karena tidak ada pesaing yang siap mencapai ambang batas 50% yang diperlukan untuk meraih kemenangan langsung.

Hingga Minggu malam, para pejabat pemilu memproyeksikan bahwa sekitar 60% surat suara akan diproses pada tengah malam, dengan fokus utama pada hasil pemilu presiden.

Hasil pemilu kali ini dipandang sebagai ujian penting bagi Peru dalam transisinya kembali ke sistem legislatif dua kamar dengan harapan dapat mendorong pemerintahan dan stabilitas jangka panjang.