Beranda Dunia Mahfud MD tegaskan Islam bukanlah agama teror dalam sejarah Hari ini, 18...

Mahfud MD tegaskan Islam bukanlah agama teror dalam sejarah Hari ini, 18 Maret 2021

143
0

JAKARTA – Cerita hari ini, lima tahun lalu, 18 Maret 2021, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD menegaskan Islam bukanlah agama teror. Narasi ini dilontarkan karena semua agama membenci agenda terorisme.

Sebelumnya, aksi terorisme kerap menimbulkan luka mendalam bagi seluruh warga negara Indonesia. Mereka yang melakukan aksi teror seringkali membawa bendera Islam. Kondisi ini membuat dunia memandang Islam sebagai agama teror. Sebuah perspektif yang ditolak banyak pihak.

Aktivisme teroris seringkali menjadi hal yang paling ditakuti di Indonesia. Hal ini karena aktivisme teroris seringkali mengganggu seluruh negara. Pemerintah bergerak cepat mencari pelaku teror. Warga pun diliputi ketakutan. Citra Islam sebagai agama damai juga ikut rusak.

Sebab, aksi teror seringkali mengusung bendera Islam. Banyak yang menjadi teroris karena salah memahami jihad. Kondisi ini membuat rentan bagi masyarakat yang tergabung dalam kelompok teroris, seperti Jamaah Islamiyah hingga Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Kehadiran kelompok ini hanya akan merusak citra Islam sebagai agama damai. Aksi teroris memperkuat persepsi yang ada bahwa Islam adalah agama teror. Mari kita ambil contoh tahun 2020.

Anggota polisi berseragam hooligan memotret barang bukti dengan latar belakang rumah tersangka teroris di Desa Nanggewer Kaum, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 18 Mei 2019. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Mabes Polri mengungkapkan, pihaknya telah menangkap 228 tersangka teroris dari berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun 2020. Penangkapan tersebut semakin memperkuat citra kelompok teroris yang ditetapkan Islam. Situasi ini merugikan banyak pihak.

Tindakan tersebut kemudian membuat banyak wisatawan asing berpikir dua kali untuk pergi ke Indonesia. Bahkan, kelompok ulama mengklaim para teroris tidak beragama. Islam adalah agama damai. Islam tidak bisa melakukan hal-hal yang menyakiti sesama umat manusia.

Terakhir adalah penangkapan 23 teroris kelompok JI (Jamaah Islamiyah) atas nama Upik Lawangan dan Zulkarnaen yang sudah bertahun-tahun menjadi DPO, kata Kapolri Jenderal Idham Azis seperti dilansir situs tempo.co, pada 22 Desember 2020.

Narasi Islam sebagai agama teror membuat Mahfud MD angkat bicara pada 18 Maret 2021. Menteri Kepolisian dan Kehakiman terhibur dengan anggapan bahwa Islam adalah agama teror karena Islam adalah agama cinta dan damai. Aksi teroris dinilai hanya ditulis oleh segelintir orang saja.

Mahfud mencontohkan penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Yang menganut agama Islam mencapai 87 persen, sedangkan teroris yang menamakan dirinya Muslim jumlahnya sedikit. Artinya, masyarakat tidak bisa langsung mengambil kesimpulan bahwa Islam adalah agama teroris.

Semua agama membenci terorisme, termasuk Islam. Semua ini agar umat semua agama bisa hidup rukun. Narasi Islam sebagai agama teror juga harus dihentikan.

Mahfud pun mengajak seluruh umat beriman di Indonesia untuk saling menghormati. Ia mengungkapkan, tidak perlu adanya kebencian karena perbedaan satu agama.

“Islam itu bukan agama teror. (Penduduk) Indonesia 87 persen beragama Islam, tapi kalau ada teroris yang kebetulan beragama Islam, itu hanya beberapa orang. Islam agama damai,” kata Mahfud, seperti dilansir situs kumparan, pada 18 Maret 2021.


Versi bahasa Inggris, Cina, Jepang, Arab, dan Prancis dibuat secara otomatis oleh AI. Jadi mungkin masih ada ketidakakuratan dalam penerjemahan, harap selalu menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama kami. (sistem didukung oleh DigitalSiber.id)