Studi tentang beras di Jepang menyoroti manfaat varietas hitam dan hijau

    21
    0

    Para peneliti di Universitas Hokkaido telah mempelajari beras japonica, varietas berbiji pendek hingga sedang yang sering disebut beras Jepang, dan menemukan bahwa varietas berpigmen mungkin menawarkan lebih banyak manfaat kesehatan.

    Tim tersebut meneliti 56 varietas padi japonica dari seluruh Jepang, termasuk coklat, merah, hijau, dan hitam. Dengan menggunakan alat seperti kromatografi cair dan spektrometri massa, para ilmuwan mempelajari lemak dalam makanan dengan lebih detail.Â

    Selama penelitian, mereka menemukan 196 molekul lemak berbeda pada nasi japonica, dikelompokkan menjadi lima tipe utama.

    Mereka juga menemukan bahwa varietas beras berwarna atau berpigmen, terutama beras hitam dan hijau, mungkin menawarkan lebih banyak manfaat kesehatan. Jenis ini mengandung senyawa khusus seperti FAHMFA dan LNAPE, yang dikaitkan dengan mengurangi peradangan dan meningkatkan metabolisme dalam tubuh.Â

    Khususnya, ini adalah pertama kalinya FAHMFA ditemukan pada beras.

    Para peneliti juga menguji bagaimana jenis beras ini mempengaruhi gula darah dengan melakukan simulasi pencernaan di laboratorium. Mereka memaparkan nasi yang dimasak ke enzim pencernaan untuk melihat seberapa cepat pati terurai, yang menunjukkan seberapa cepat kenaikan kadar gula darah setelah makan.

    Hasilnya, yang diterbitkan dalam jurnal Food Research International, menunjukkan bahwa nasi japonica hitam dan hijau meningkatkan gula darah lebih lambat dibandingkan nasi putih, yang berarti pati dicerna lebih lambat dan memasuki aliran darah lebih lambat.

    Para peneliti mencatat bahwa karena faktor-faktor ini, beras berpigmen dapat membantu membuat makanan yang mendukung kesehatan jantung, mengontrol gula darah, dan mengurangi risiko penyakit gaya hidup seperti diabetes Tipe 2.

    “Kami juga berharap temuan kami akan mendukung pengembangan produk beras ‘fungsional’ baru untuk mengelola diabetes dan penyakit terkait gaya hidup lainnya dengan lebih baik,” kata penulis utama Siddabasave Gowda.

    ©2026 dpa GmbH. Didistribusikan oleh Tribune Content Agency, LLC.