Mozambik: Para uskup mendesak kehadiran pastoral yang lebih besar di tengah tantangan sosial-politik

    27
    0

    Berkumpul di Matola (Mozambik Selatan) untuk Sidang Pleno mereka, para Uskup Konferensi Episkopal Mozambik (CEM) membahas berbagai topik mengenai kehidupan pastoral Gereja Mozambik.

    Rogério Maduca – Beira

    Gereja di Mozambik harus semakin menjadi tanda harapan dan rekonsiliasi yang lahir dari Injil, yang diwujudkan dalam kehadiran pastoral yang nyata di tengah masyarakat. Para Uskup mengamati bahwa, secara nasional, fragmentasi politik dan tantangan sosial semakin memburuk.

    Kehadiran dan kredibilitas pastoral

    Dalam Komunike Pastoral yang dikeluarkan oleh para Uskup setelah sidang pleno, yang ditandatangani oleh Uskup Agung Nampula dan Presiden CEM, Inacio Saure, para uskup Mozambik menggambarkan penduduknya sedang terguncang akibat bencana alam, konflik di Provinsi Cabo Delgado, dan ketidakstabilan internasional, yang menyebabkan tingginya biaya hidup. Faktor-faktor ini berkontribusi terhadap meningkatnya tingkat kemiskinan di negara ini, tegas mereka.

    Selain itu, para Uskup juga menyoroti buruknya infrastruktur publik, seperti jalan yang tidak memadai dan tidak terawat, serta kurangnya sistem layanan kesehatan yang dapat diandalkan. Kelangkaan lapangan pekerjaan bagi kaum muda juga merupakan faktor penyebab kekecewaan mereka.

    Dialog dan keterlibatan masyarakat

    Di tengah tantangan-tantangan ini, para Uskup menekankan bahwa Gereja tidak bisa tinggal diam. Pemerintah harus mengintensifkan kehadirannya di antara mereka yang menderita. Lebih dari sebelumnya, Gereja harus mendukung mereka yang kecewa dan kehilangan harapan. Namun, Gereja juga harus bekerja tanpa kenal lelah untuk mencari solusi alternatif dan praktis.

    Para Uskup menyerukan dialog dan keterlibatan masyarakat dengan aktor-aktor negara untuk mengatasi situasi sosial-politik yang mengkhawatirkan.