Beranda Perang Waltz Angkat Bicara Tentang Potensi Pelanggaran Hukum Perang dalam Konflik Iran

Waltz Angkat Bicara Tentang Potensi Pelanggaran Hukum Perang dalam Konflik Iran

27
0

Pada hari Minggu, Presiden Donald Trump mengulang ancamannya terhadap Iran. Mengklaim “Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan wajar,” ia memperingatkan bahwa jika mereka tidak menerimanya, “Amerika Serikat akan menghancurkan setiap Pembangkit Listrik, dan setiap Jembatan di Iran. TIDAK ADA LAGI ORANG BAIK! Mereka akan hancur dengan cepat, mereka akan hancur dengan mudah.” Dengan demikian, ia menguatkan ancaman sebelumnya untuk menargetkan infrastruktur Iran (mungkin termasuk pabrik desalinasi), dengan demikian “membom” Iran “kembali ke zaman batu,” serta peringatannya bahwa “satu peradaban akan mati malam ini, tidak akan pernah bisa dibangkitkan lagi.”

Dubes AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Michael Waltz, tampil di acara politik pagi hari Minggu untuk membela tindakan pemerintahan Trump dan ancaman Presiden tersebut. Dalam tiga wawancara tersebut, ia secara proaktif menekankan isu tentang legalitas ancaman tersebut. Namun, pandangannya atas hukum kejahatan perang terlewatkan, dan upayanya untuk menyalurkan legalitas terhadap ancaman tersebut dianggap merugikan dan merusak kredibilitas militer AS.

Artikel ini mengevaluasi klaim Waltz terhadap aturan konflik bersenjata yang berlaku dalam konflik bersenjata internasional, termasuk antara Amerika Serikat dan Iran. Amerika Serikat bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut oleh pasukan bersenjata AS, dan dalam beberapa kasus, operasi yang melibatkan serangan terhadap objek sipil dapat dianggap sebagai kejahatan perang atau kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dalam mengkaji pernyataan Waltz terhadap hukum konflik bersenjata, terdapat berbagai batasan yang membatasi penargetan infrastruktur “dual use” secara hukum. Selain itu, beberapa aturan penting lainnya yang membatasi serangan terhadap objek “dual use” juga perlu dipatuhi.

Sebagai kesimpulan, penting bagi pejabat AS untuk menghormati persyaratan LOAC yang mendasar, dan bukan pura-pura bahwa hukum mengizinkan apa yang jelas dilarang. Pernyataan Waltz seharusnya menjadi peringatan bagi siapa pun yang peduli dengan hukum, perlindungan sipil, dan kehormatan angkatan bersenjata AS.