TEHRAN – Lorong kekuasaan di Washington akhirnya menggema dengan teriakan orang tak berdosa, ketika biaya politik agresi AS-Israel terhadap Iran mencapai titik puncaknya.
Wakil Yassamin Ansari, seorang anggota parlemen Iran-Amerika, telah memecah keheningan establishment Amerika.
Pada 15 April, ia memperkenalkan enam pasal pemakzulan terhadap Pete Hegseth, Sekretaris Perang yang masa jabatannya ditandai dengan ketidakpedulian sosiopat terhadap hukum internasional dan kehidupan manusia.
Langkah legislatif ini merupakan dakwaan yang terlambat atas kejahatan perang militer AS di Iran, termasuk pembantaian sekolah Minab.
Ketika rudal Tomahawk Amerika menghantam sekolah dasar Shajareh Tayyebeh di Hormozgan, menewaskan 168 anak dan guru, Hegseth tidak hanya memberikan izin untuk pembantaian tersebut.
Dia secara aktif menekan kebenaran, berupaya menyalahkan Iran atas kejahatannya sendiri sambil membongkar kantor-kantor Pentagon yang melakukan penyelidikan tentang korban sipil.
Artikel Ansari, yang dipersponsori bersama oleh tiga belas anggota Kongres lainnya, menguraikan pola perilaku yang menakutkan.
Di luar serangan ilegal, Hegseth dituduh membahayakan anggota layanan sendiri dengan bocornya data operasional sensitif melalui obrolan Signal pribadi.
Keberanian ini sejalan dengan pelanggaran nyata terhadap Pasal I Konstitusi AS, yang menyerahkan kekuasaan untuk menyatakan perang hanya kepada Kongres.
Hegseth sebenarnya beroperasi sebagai agen liar, mempolitisasi angkatan bersenjata dan memperlakukan Timur Tengah sebagai sebuah kotak pasir untuk khayalan ideologisnya.
Didukung oleh kelompok-kelompok seperti MoveOn, Win Without War, dan Center for International Policy, langkah ini menggambarkan Hegseth sebagai penegak utama kampanye agresi ilegal yang telah menewaskan ribuan warga sipil Iran dan membahayakan kekacauan regional yang lebih luas.
Pola ketidakhormatan Hegseth, mulai dari memecat jenderal-jenderal berpengalaman yang mempertanyakan strategi hingga menyalahgunakan miliaran untuk petualangan ini, menunjukkan busuk yang lebih dalam: kesediaan untuk mengorbankan nyawa tak berdosa dan anggota layanan AS sama sekali untuk teater politik.
Selain itu, upaya pemakzulan ini mengingatkan dunia bahwa tidak setiap suara Amerika mendukung agresi.
Meskipun kemungkinan pengesahan tetap rendah di Kongres yang dipimpin oleh Partai Republik, pengajuan ini memaksa pertanggungjawaban yang diperlukan.




