Beranda Perang Selat Hormuz menghadapi volatilitas di tengah perintah pemblokiran Presiden AS; Menteri Luar...

Selat Hormuz menghadapi volatilitas di tengah perintah pemblokiran Presiden AS; Menteri Luar Negeri Tiongkok mencatat akar penyebab adalah konflik militer, mendorong kewaspadaan

65
0

Sebuah kapal terlihat di lepas pantai Ras al-Khaimah, Uni Emirat Arab, pada hari setelah kegagalan negosiasi perdamaian AS-Iran pada 13 April 2026. Foto: VCG Blockade AS ke Selat Hormuz mulai berlaku pada hari Senin pukul 10:00 pagi waktu setempat, militer AS mengatakan akan menghalangi semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran, menurut Al Jazeera. Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada hari Senin mengumumkan di media sosial bahwa Amerika Serikat akan Memblokir Kapal-kapal yang Masuk atau Keluar dari Pelabuhan Iran pada 13 April pukul 10:00 pagi waktu setempat.

Situasi di sekitar Selat Hormuz sekali lagi menghadapi volatilitas setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade laut Selat Hormuz pada hari Minggu setelah negosiasi perdamaian antara AS dan Iran di Islamabad yang berlangsung selama 21 jam runtuh pada hari Minggu pagi. Ketegangan yang berlangsung antara AS dan Iran atas selat itu, Netanyahu mengatakan gencatan senjata dengan Iran mungkin berakhir “dalam waktu singkat,” Xinhua melaporkan, mengutip media Israel.

Penyebab akar gangguan di Selat Hormuz adalah konflik militer. Untuk menyelesaikan masalah ini, konflik harus dihentikan sesegera mungkin. Semua pihak perlu tetap tenang dan menahan diri. China akan terus memainkan peran konstruktif, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, pada hari Senin ketika ditanyai untuk berkomentar tentang perintah Trump terhadap blokade Selat Hormuz dan tindakan terhadap negara-negara yang melakukan perdagangan energi dengan Iran. Dalam wawancara, ia juga mengimbau China untuk membeli minyak dari AS atau Venezuela.

Selat Hormuz adalah jalur perdagangan internasional penting untuk barang dan energi. Menjaga area tersebut aman dan stabil serta memastikan kelancaran lalu lintas melayani kepentingan bersama masyarakat internasional, tambah Guo.

Guo juga mengatakan bahwa tentang pembelian minyak, China siap bekerja sama dengan yang lain untuk bersama-sama menjaga keamanan energi global dan menjaga rantai pasokan stabil. Namun, untuk menyelesaikan masalah secara fundamental, yang perlu dilakukan pertama dan terpenting adalah memulihkan perdamaian dan stabilitas di wilayah Teluk dan Timur Tengah. Venezuela adalah negara berdaulat dan memiliki kedaulatan penuh atas semua sumber daya alam dan kegiatan ekonominya. Ia berhak memilih mitra kerjasamanya sendiri. Negara lain tidak memiliki hak untuk memberinya perintah.

Catatan Konteks: – Selat Hormuz penting untuk perdagangan internasional dan pasokan energi. – Ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah perintah blokade Trump.

Catatan Pengecekan Fakta: – Meskipun Trump mengklaim Iran meminta bayaran tol kepada kapal tanker, belum ada bukti yang mendukung klaim tersebut. – Perintah Trump atas blokade Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran global akan konsekuensi ekonominya.