Beranda Perang Operasi Sindoor: Sirf hungama khada karna mera maqsad nahi … : Pesan...

Operasi Sindoor: Sirf hungama khada karna mera maqsad nahi … : Pesan tajam dari Angkatan Darat kepada Pakistan pada peringatan Operasi Sindoor

140
0

Lt Gen Rajiv Ghai pada hari Kamis mengatakan bahwa Operasi Sindoor menunjukkan bahwa “Atmanirbhar bukan hanya sebuah slogan, tetapi memang merupakan pengganda kekuatan”, menggarisbawahi peran sistem pertahanan dalam negeri dan operasi multi-agensi terkoordinasi selama konflik. Menghadiri konferensi pers yang menandai ulang tahun pertama operasi tersebut, Ghai mengatakan lebih dari 65 persen peralatan pertahanan India kini diproduksi secara dalam negeri, dan menjelaskan respons militer sebagai operasi terkalibrasi yang mencapai tujuannya tanpa eskalasi menjadi konflik yang berkepanjangan.

“Operasi Sindoor membuktikan bahwa Atmanirbhar bukan hanya sebuah slogan, tetapi memang merupakan pengganda kekuatan. Hari ini, lebih dari 65% peralatan pertahanan kita diproduksi secara dalam negeri,” katanya.

Ghai mengatakan bahwa Operasi Sindoor menjadi awal perjuangan India yang berlanjut melawan terorisme, menegaskan bahwa negara akan mempertahankan kedaulatannya dan keamanan dengan “tindakan tegas, profesional, dan dengan tanggung jawab yang paling besar”.

Dia juga mengutip puisi dari Dushyant Kumar untuk menyatakan bahwa operasi tersebut bukanlah akhir, melainkan hanya awal.

“Sirf hungama khada karna mera maqsad nahi. Meri koshish hai ki yeh soorat badalni chahiye. Operasi Sindoor bukanlah akhir. Ini hanyalah awal. Perjuangan India melawan teror akan terus berlanjut. Setahun berlalu, kita tidak hanya mengingat operasi tersebut tetapi juga prinsip di baliknya. India akan membela kedaulatannya, keamanannya, dan rakyatnya dengan tegas, profesional, dan dengan tanggung jawab yang paling besar,” tambah Ghai.

Memperincikan strategi operasi tersebut, ia mengatakan bahwa India mengadopsi pendekatan yang terukur yang menggabungkan tindakan militer yang tegas dengan kontrol eskalasi.

“Dalam era konflik yang berkepanjangan di seluruh dunia, kita melakukan serangan keras, mencapai tujuan yang jelas, dan kemudian memutuskan untuk menghentikan baku tembak ketika Pakistan terpaksa untuk bernegosiasi dan meminta kita untuk berhenti,” kata Letjen Ghai.

Dia juga menekankan peran yang dimainkan oleh unit intelijen, perang cyber dan elektronik, bersama dengan koordinasi diplomatik dan internal selama operasi.

“Badan intelijen memberikan informasi yang akurat yang sangat penting untuk menargetkan secara tepat. Unit perang cyber dan elektronik mempertahankan dominasi informasi. Pemerintah mengelola lingkungan internasional serta keamanan internal dan memberikan ketenangan kepada publik,” katanya.

Dia menambahkan bahwa angkatan bersenjata melaksanakan operasi dengan presisi dan kerusakan kolateral yang terbatas, menambahkan bahwa upaya terkoordinasi di berbagai lembaga dan domain akan berfungsi sebagai model untuk operasi masa depan.

Operasi Sindoor diluncurkan pada 7 Mei 2025, sebagai respons terhadap serangan teror di Pahalgam, di mana 26 orang tewas.

Sebagai bagian dari operasi, angkatan bersenjata India melakukan serangan terhadap titik peluncuran teror di Pakistan dan Jammu dan Kashmir yang diduduki Pakistan.

Pasukan India menargetkan dan menghancurkan sembilan titik peluncuran teror yang terkait dengan Lashkar-e-Taiba, Jaish-e-Mohammed, dan Hizbul Mujahideen, membunuh lebih dari 100 teroris selama operasi.