Beranda Perang Militer AS Mengatakan Melakukan Serangan Balasan terhadap Iran

Militer AS Mengatakan Melakukan Serangan Balasan terhadap Iran

119
0

Washington – Militer Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka melakukan serangan balasan ke Iran pada hari Kamis, menargetkan situs yang mereka katakan bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS dalam apa yang disebut sebagai permusuhan yang tidak diprovokasi oleh Tehran.

Sebelumnya, komando militer gabungan teratas Iran mengatakan AS telah melanggar gencatan senjata dengan menargetkan sebuah tanker minyak Iran dan kapal lain yang memasuki Selat Hormuz, dan dengan menyerang daerah sipil.

“Pusat Komando AS (CENTCOM) menghilangkan ancaman masuk dan menargetkan fasilitas militer Iran yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS termasuk lokasi peluncuran rudal dan drone; lokasi komando dan kontrol; dan node intelijen, pengawasan dan rekonnaissance,” ujar militer dalam sebuah pernyataan.

Ditambahkan bahwa Iran telah meluncurkan beberapa rudal, drone, dan perahu kecil ketika tiga kapal perusak Angkatan Laut AS, yaitu Truxtun, Peralta, dan Mason, berlayar melalui Selat Hormuz menuju Teluk Oman.

Tidak ada aset militer AS yang terkena serangan oleh Iran, kata militer AS.

“CENTCOM tidak mencari eskalasi tetapi tetap berada dalam posisi dan siap untuk melindungi pasukan Amerika,” tambah pernyataan tersebut.

Belum jelas apa dampaknya terhadap gencatan senjata yang diperoleh bulan lalu, tetapi Komando Sentral AS menggambarkan serangan tersebut dilakukan untuk membela diri.

Ini bukan pertama kalinya kedua belah pihak saling melepaskan tembakan sejak gencatan senjata dimulai.

Pada hari Senin, militer AS mengatakan mereka menghancurkan enam perahu kecil Iran dan mengintersep rudal jelajah dan drone Iran saat Tehran berupaya menghalangi upaya angkatan laut AS untuk membuka pengiriman melalui Selat Hormuz.

Washington masih menunggu respon Iran terhadap proposal AS yang akan menghentikan pertempuran tetapi meninggalkan isu-isu paling kontroversial, seperti program nuklir Iran, belum terselesaikan untuk saat ini.

Proposal tersebut akan secara resmi mengakhiri konflik di mana perang penuh dihentikan oleh gencatan senjata yang diumumkan pada 7 April. Namun, proposal itu tidak menangani tuntutan utama AS agar Iran menghentikan pekerjaan nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz yang vital, yang sebelum perang menangani satu perlima pasokan minyak dan gas dunia.

(Dilaporkan oleh Idrees Ali dan Phil Stewart; Diedit oleh David Gregorio)