Beranda Perang TNI Meluncurkan Ujian Fisik Baru untuk Prajurit dalam Peran Tempur

TNI Meluncurkan Ujian Fisik Baru untuk Prajurit dalam Peran Tempur

34
0

Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) akan menerapkan penilaian fisik baru yang dirancang untuk mengukur kebugaran medan tempur bagi para prajurit yang bertugas dalam peran tempur, layanan tersebut mengumumkan pada hari Rabu.

Uji Medan Tempur baru dirancang untuk mengevaluasi bagaimana para prajurit tampil di bawah kondisi yang lebih mirip perang di medan tempur modern, kata Angkatan Darat, meluncurkan program yang menekankan kekuatan, ketahanan, dan gerakan dengan beban.

Tes tersebut juga akan bersifat netral terhadap usia dan jenis kelamin serta dinilai berdasarkan standar lulus/gagal.

Tes dimulai dengan lari satu mil, diikuti oleh 30 push-up mati, sprint 100 meter, 16 angkat 40 pound sandbag di atas platform 65 inci, dan membawa dua kendi air Angkatan Darat berat masing-masing 40 pound sejauh 50 meter. Prajurit kemudian menyelesaikan drill pergerakan sejauh 50 meter dengan merangkak tinggi dan lari tiga-lima detik sejauh 25 meter sebelum lari satu mil terakhir.

Prajurit memiliki 30 menit untuk menyelesaikan seluruh evaluasi – dengan jam terus berjalan – sambil mengenakan Seragam Tempur Angkatan Darat dengan sepatu bot. Uji Medan Tempur tidak menggantikan Ujian Kondisi Fisik Angkatan Darat, kata layanan tersebut.

Angkatan Darat akan mulai menerapkan tes baru ini bulan ini, dan akan diwajibkan setiap tahun. Layanan tersebut mengatakan tidak akan ada tindakan administratif yang merugikan terhadap prajurit yang gagal lulus ujian dalam tahun pertama. Prajurit di spesialisasi tempur yang tidak memenuhi standar baru dapat meminta rekelasifikasi sukarela.

Spesialisasi yang akan membutuhkan penilaian ini termasuk prajurit di infanteri, teknik tempur, artileri lapangan, zeni dan peran pembuangan muatan peledak, antara lain.

[Eve Sampson adalah seorang wartawan dan mantan perwira Angkatan Darat. Dia telah meliput konflik di seluruh dunia, menulis untuk The New York Times, The Washington Post, dan The Associated Press.]

Artikulli paraprakImported Article – 2026-05-02 00:10:09
Putri Anggraini
Saya Putri Anggraini, sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Diponegoro. Karier saya di dunia media dimulai pada tahun 2016 sebagai penulis berita digital di Tribunnews. Sejak 2020, saya fokus meliput isu pendidikan, kesehatan masyarakat, dan kebijakan sosial. Bagi saya, jurnalisme adalah sarana untuk menyampaikan informasi yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.