Beranda Perang Hari Anzac militer Australia diadakan di tengah letusan perang global

Hari Anzac militer Australia diadakan di tengah letusan perang global

23
0

Peringatan Hari Anzac militarist tahun ini bersamaan dengan meletusnya perang imperialisme yang Australia, di bawah pemerintahan Buruh, terlibat secara sentral.

Hari Anzac menandai pendaratan yang memalukan pada tahun 1915 oleh pasukan Australia, Selandia Baru, dan Inggris di Gallipoli, Turki, dalam Perang Dunia I.

Sekarang, 111 tahun kemudian, Australia berpartisipasi dalam perang kriminal baru di wilayah tersebut, yaitu serangan yang dipimpin oleh AS terhadap Iran, yang mengancam untuk memicu kebakaran global.

Salah satu alasan perlunya Pasukan Pertahanan Australia diterbangkan ke sana adalah untuk menghadapi Iran, bagian dari serangan baru AS di kawasan tersebut, yang berpotensi memicu konflagrasi global.

Sebelum Hari Anzac, Perdana Menteri Anthony Albanese sering menggunakan retorika standar tentang militer yang mewakili karakter nasional, tanpa menyentuh peran militer dalam konflik saat ini.

Ada sentimen anti-perang yang luas di masyarakat. Survei terbaru menemukan bahwa 72 persen populasi menentang serangan AS terhadap Iran. Ada protes massal dan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang mendukung genosida Israel di Gaza selama lebih dari dua tahun.

Namun, situasi ini menunjukkan bahwa Australia sedang terlibat dalam mesin perang yang dipimpin AS yang mengancam seluruh dunia. Bacalah lebih lanjut di World Socialist Web Site.