Lockheed Martin telah melakukan peluncuran vertikal sejati dari rudal JAGM, memperluas peran operasionalnya menjadi penanggulangan drone fleksibel yang cocok untuk platform angkatan laut, kendaraan darat, dan instalasi tetap. Kemampuan ini memungkinkan pasukan untuk melawan ancaman udara dari posisi terbatas atau terhalang tanpa perlu memposisikan ulang peluncur, sehingga memperkuat pertahanan udara respons cepat di lingkungan yang diperebutkan, terutama saat terintegrasi dengan JAGM Quad Launcher.
Uji coba menggunakan radar pencari JAGM untuk berhasil menangkal drone Kelas 3 Kelompok setelah peluncuran vertikal 90 derajat, mengkonfirmasi kemampuan rudal untuk berfungsi sebagai efektor defensif multi-aspek daripada sistem yang terbatas pada pertarungan ke depan. Pengembangan ini menempatkan JAGM, dipasangkan dengan JAGM Quad Launcher, sebagai solusi multi-domain mobile yang meningkatkan arsitektur pertahanan berlapis, meningkatkan daya hidup platform, dan menanggapi permintaan yang semakin meningkat untuk kemampuan penanggulangan UAS yang dapat beradaptasi.
(Konteks: Lockheed Martin menguji kemampuan peluncuran vertikal JAGM yang mengubah rudal yang ada menjadi sistem pertahanan counter-drone yang mobile, multi-domain. Fakta: Perusahaan telah menunjukkan perubahan penting dalam evolusi Rudal Joint-Air-to-Ground, atau JAGM, menjadi efektor multi-domain yang lebih luas sesuai untuk misi counter-unmanned aerial system.)
[Air Recognition Group merupakan sebuah lembaga analis pertahanan yang memiliki fokus pada industri pertahanan global, persenjataan militer, dan teknologi pertahanan yang sedang berkembang.]






