Beranda Olahraga Tradisional Kemenangan Sempit atas Chelsea, Matheus Cunha Jaga Peluang Man Utd di Liga...

Kemenangan Sempit atas Chelsea, Matheus Cunha Jaga Peluang Man Utd di Liga Champions

28
0

JAKARTA – Manchester United, yang tidak diunggulkan setelah kehilangan sebagian besar bek mereka, membuat kejutan dengan mengalahkan Chelsea 1-0 dalam pertandingan besar Liga Premier Inggris di Stadion Stamford Bridge, Sabtu, 18 April 2026. Kemenangan tipis melalui gol Matheus Cunha menjaga peluang Man Utd di Liga Champions.

Man Utd memang dianggap remeh karena tidak diperkuat oleh empat bek tengah. Hal ini jelas merupakan mimpi buruk bagi manajer interim Michael Carrick karena ia kehilangan Lisandro Martinez dan Harry Maguire yang dilarang bermain. Sementara itu, bek Matthijs de Ligt absen karena cedera punggung sejak November 2025.

Pada dasarnya, Carrick hanya bisa mengandalkan pemain muda berusia 19 tahun Ayden Heaven yang berduet dengan Noussair Mazraoui di jantung pertahanan. Mereka didampingi oleh bek sayap senior Luke Shaw dan Diogo Dalot.

Tak hanya itu, Man Utd juga baru saja mengalami kekalahan 2-1 melawan tim juru kunci Leeds United. Kekalahan yang menyakitkan karena dialami di kandang di Old Trafford.

Di sisi lain, Chelsea kehilangan penyerang andalannya Joao Pedro yang mengalami cedera paha. Tanpa pencetak gol terbanyak klub, manajer Liam Rosenior menaruh harapannya pada Liam Delap yang didukung oleh Pedro Neto, Cole Palmer, dan Estevao.

Gelandang Enzo Fernandez kembali menjadi pilihan utama setelah menerima sanksi tidak boleh bermain dari klub. Namun, ban kapten tidak lagi dimiliki oleh Fernandez dan diberikan kepada gelandang Moises Caicedo yang baru saja menandatangani kontrak baru selama tujuh tahun.

Meskipun tidak bisa menurunkan skuad terbaik, Man Utd mampu menjaga ketertinggalan dari permainan Chelsea. Hanya saja, The Blues yang unggul dalam penguasaan bola gagal dalam akhir finishing. Di sisi lain, Man Utd berhasil memanfaatkan peluang untuk mencetak gol melalui Matheus Cunha.

Ini adalah satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan besar dan juga membawa Man Utd kembali ke jalur kemenangan. Keberhasilan meraih tiga poin membuat Man Utd, yang berada di posisi ketiga, kembali mempertahankan peluang untuk tampil di Liga Champions musim depan. Saat ini, The Red Devils telah mengumpulkan 58 poin atau tiga poin di depan Aston Villa yang berada di posisi keempat.

Sementara itu, Liverpool, yang berada di peringkat kelima, memiliki 52 poin. Diikuti oleh Chelsea yang memiliki 48 poin. Musim ini, menurut The Sun, Liga Premier memiliki lima slot ke Liga Champions sehingga ini telah menjamin posisi Man Utd.

Tidak hanya itu, Carrick juga nampaknya aman untuk menandatangani kontrak sebagai manajer permanen. Meskipun telah beredar rumor bahwa pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique akan menangani Man Utd musim depan, posisi Carrick masih kuat untuk tetap menjadi permanen.

“Ini kemenangan besar. Kemenangan yang sangat berarti bagi kami,” kata Carrick, menyoroti lini belakang tim yang bermain solid meskipun kehilangan bek utama.

“Datang ke sini [Stamford Bridge] dan berhasil menjaga gawang clean sheet adalah apa yang kami harapkan dengan menunjukkan bagaimana kami membangun pertahanan dengan baik. Saya pikir kami bermain luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Chelsea masih harus berjuang untuk mendapatkan tiket ke Liga Champions. Pertanyaannya hanya tinggal 15 poin bagi Chelsea untuk meningkatkan peringkat mereka. Kegagalan meraih kemenangan di kandang juga menimbulkan tekanan pada Rosenior. Namun, Rosenior, yang baru menjabat sebagai manajer Chelsea selama tiga bulan, tetap optimis meskipun ada tekanan.

“Saya tidak ingin tim merasakan tekanan atau sesuatu yang menentang kami. Yang jelas adalah kita akan terus berjuang,” kata Rosenior.

“Izinkan saya menghadapi tekanan berat ini. Kita harus terus bekerja keras dengan para pemain untuk membalikkan keadaan,” ujarnya lagi.

Dalam pertandingan itu, Chelsea kembali kehilangan ketajaman dalam bermain. Tanpa Pedro, Chelsea menjadi tidak lagi klinis karena Delap yang pernah menjadi target Man Utd tidak mampu menunjukkan performa maksimal.

Untungnya, masih ada Fernandez yang mampu menghidupkan kembali permainan Chelsea. Dia juga mendapat kesempatan untuk mencetak gol. Hanya saja tendangan pemain timnas Argentina itu masih melebar.

Ketika Chelsea gagal memberikan tekanan, sebaliknya, Man Utd mampu memanfaatkan peluang untuk merobek gawang tuan rumah. Ketika pertandingan memasuki menit-menit terakhir babak pertama, Cunha berhasil memecah kebuntuan ketika menyambut assist dari kapten Bruno Fernandes.

Ini adalah assist ke-18 musim ini dari Fernandes yang membawa Cunha mencetak gol pada menit ke-43. Skor 1-0 untuk Man Utd menutup babak pertama.

Chelsea sebenarnya bermain lebih baik di babak kedua. Mereka menciptakan sejumlah peluang namun tidak satupun yang berbuah gol. Sundulan Delap masih mengenai mistar. Begitu pula, tekanan dari Wesley Fofana hampir membuat Mazraoui mencetak gol bunuh diri.

Chelsea juga mendapat peluang melalui Caicedo. Hanya saja ia gagal memanfaatkan peluang yang membuat Chelsea menutup pertandingan dengan kekalahan. Akibatnya, para penggemar melambaikan tim mereka sendiri setelah pertandingan.

(The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id))