Arsenal Gagal Kalahkan Sporting Lisbon dan Hanya Bermain Imbang 0-0
JAKARTA – Arsenal gagal mengalahkan Sporting Lisbon dan hanya bermain imbang 0-0 dalam leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Emirates, Kamis, 16 April 2026 dini hari WIB. Hasil tersebut berhasil mengirim Arsenal ke babak semifinal untuk bertemu dengan Atletico Madrid.
Hasil imbang memang kurang memuaskan bagi Arsenal yang bermain di depan pendukungnya sendiri. Selain itu, performa Arsenal tampak menurun.
Dalam lima pertandingan terakhir di berbagai kompetisi, Arsenal kalah tiga kali, termasuk dihina oleh Bournemouth 2-1 di kandang dalam Liga Primer Inggris dan hanya sekali menang ketika mengalahkan Sporting 1-0 dalam pertandingan perempat final.
Selanjutnya, tim yang dilatih oleh Mikel Arteta gagal mencetak gol dan hanya bermain imbang saat menjamu Sporting. Namun, Arsenal tetap lolos ke babak semifinal karena kemenangan agregat 1-0. Di empat besar, The Gunners bertemu dengan tim yang tidak kalah tangguh, Atletico, yang mengeliminasi Barcelona dalam duel antara tim La Liga di Spanyol.
Dalam pertandingan melawan Sporting, Arsenal yang mencoba menghapus hasil buruk dalam kompetisi domestik segera tampil menekan. Mereka bermain dengan intensitas tinggi karena hanya menang satu gol dalam pertandingan pertama.
Penyerang Gabriel Martinelli membuka skor pada menit kedua. Namun, tendangan Martinelli masih bisa diblok oleh barisan belakang Sporting. Selanjutnya, mereka mendapat beberapa peluang namun tidak bisa diubah menjadi gol.
Sporting sendiri juga mendapat peluang melalui striker Luis Suarez. Namun, tendangannya masih melambung di atas mistar gawang David Raya. Tidak ada gol yang tercipta sehingga skor tetap 0-0 di babak pertama.
Memasuki babak kedua, pertandingan tetap terbuka karena kedua tim saling menekan. Sporting mendapat beberapa peluang, termasuk dari Maximilliano Araujo. Namun, ia gagal mengubahnya menjadi gol.
Arsenal juga mencoba membalas ketika Leandro Trossard hampir mencetak gol ke gawang tim tamu. Namun, tendangannya masih mengenai tiang gawang Sporting.
Kedua tim terus saling menekan. Beberapa peluang dari Eberechi Eze dan Noni Madueke tidak mampu membobol kebuntuan. Garis pertahanan keduanya berhasil menjaga skor imbang hingga akhir pertandingan.
Meskipun gagal meraih kemenangan, Arteta tetap puas karena Arsenal berhasil lolos ke babak semifinal. Namun, ia mengakui bahwa pertandingan memang tidak mudah karena Sporting memberikan perlawanan ketat. Selain itu, ia tidak bisa menurunkan tim terbaik. Arsenal kehilangan Bukayo Saka, kapten Martin Odegaard, dan Jurrien Timber yang belum pulih dari cedera.
“Kami gagal menampilkan permainan terbaik kami. Kami menyadari hal itu. Namun, saya menghargai apa yang para pemain lakukan saat kami kehilangan pemain pilar,” kata Arteta seperti dikutip dari france24.
“Kami harus melakukan segalanya untuk mendapatkan hasil terbaik. Ini tentang bagaimana Anda dapat bersaing dan berusaha memenangkan gelar. Itulah yang diperlukan,” ujarnya.
Arteta juga mengakui bahwa ia bangga bisa membawa Arsenal ke babak semifinal Liga Champions untuk kedua kalinya secara beruntun. Musim lalu, mereka juga mencapai babak empat sebelum akhirnya dieliminasi oleh Paris Saint-Germain yang kemudian keluar sebagai juara.
“Ini adalah pencapaian luar biasa. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah 140 tahun klub, kami bisa lolos ke babak semifinal untuk kedua kalinya secara beruntun. Masuk ke empat besar tentu merupakan hal spesial dan kami pantas mendapatkannya setelah kerja keras,” ujar Arteta lagi.
Sementara itu, pelatih Sporting Rui Borges juga bangga dengan performa timnya. Mereka tampil maksimal dan membuat Arsenal kesulitan untuk mencetak gol. Bahkan, menurutnya, Sporting seharusnya unggul dan memaksa waktu tambahan.
“Kami bermain sangat baik dan menciptakan lebih banyak peluang. Di sisi lain, Arsenal menciptakan banyak peluang di area pertahanan kami. Tidak hanya dalam pertandingan ini tetapi juga ketika bermain di Lisbon,” ujar Borges.
“Saya tetap bangga pada para pemain atas apa yang mereka lakukan selama dua pertandingan ini. Kami seharusnya mencapai hasil yang lebih baik dan memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pertandingan dalam waktu tambahan. Sporting menciptakan lebih banyak peluang dalam dua pertandingan melawan salah satu tim terbaik di Eropa. Ini mengesankan,” ujarnya lagi.


