Madrid Kesulitan Kejar Barca Setelah Imbang Lawan Girona
JAKARTA – Real semakin sulit mengejar pimpinan Barcelona setelah bermain imbang 1-1 melawan Girona dalam pertandingan La Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu, 11 April 2026 dini hari WIB. Hasil yang mengecewakan kembali diunggulkan oleh Madrid. Gagal mendapatkan poin penuh dalam kompetisi domestik dan kalah dengan menyakitkan ketika bermain di Liga Champions membuat Madrid kembali terancam tanpa gelar musim ini.
Di musim sebelumnya, Madrid gagal total yang menyebabkan pemecatan pelatih Carlo Ancelotti. Posisi Ancelotti kemudian digantikan oleh Xabi Alonso yang harus membangun skuad dari awal meskipun materi pemain tidak banyak berubah. Hanya saja, klub kurang sabar sehingga gagal dalam Supercopa Espana, Alonso bahkan dipecat di tengah kompetisi. Selain itu, mereka kemudian kehilangan posisi mereka di puncak klasemen setelah disalip oleh Barca.
Posisi Alonso digantikan oleh pelatih Alvaro Arbeloa yang sebelumnya menangani Real Madrid Castilla atau tim muda Madrid. Namun, Arbeloa juga tampak gagal menyatukan para pemain besar sehingga Los Merengues lebih sulit mengikuti persaingan Barca. Terutama dalam beberapa pekan terakhir ketika Madrid kehilangan poin dalam pertandingan penting.
Mereka terancam gagal bertahan di Liga Champions setelah dipaksa menyerah 1-2 dalam pertandingan besar perempat final melawan Bayern Munich. Ironisnya, kekalahan terjadi di kandang, yang membuat Kylian Mbappe dkk harus bekerja keras mengejar defisit gol dan memenangkan pertandingan kedua yang diadakan di kandang Bayern di tengah pekan ini.
Di La Liga, Madrid juga ditinggalkan oleh Barca setelah kalah 1-2 dari Mallorca. Madrid sebenarnya memiliki kesempatan untuk memotong selisih poin dengan Barca saat menjamu Girona. Namun, bukannya menang, mereka malah imbang sehingga pesaing mereka tertinggal.
Sekarang, Madrid dengan 70 poin tertinggal enam poin dari Barca. Jika mereka menang melawan Espanyol dalam derby malam ini, Barca akan unggul sembilan poin dan lebih dekat untuk memenangkan gelar La Liga untuk kedua kalinya berturut-turut di bawah Hansi Flick.
Sementara itu, Girona lebih nyaman di tengah tabel setelah mencuri poin dalam pertandingan tandang ini. Tim Michel Sanchez mendapatkan 38 poin dan menempati peringkat ke-12. Poin mereka sama dengan Athletic Bilbao, namun Girona masih kalah selisih gol.
Dalam pertandingan tersebut, Madrid sebenarnya turun dengan kekuatan terbaik. Arbeloa memainkan trisula Mbappe yang didukung oleh Vinicius Junior dan Brahim Diaz. Sementara itu, Jude Bellingham kembali sebagai pilihan pertama bersama Eduardo Camavinga dan kapten Federico Valverde. Di belakang juga Eder Militao meskipun kiper Thibaut Courtois absen lagi karena belum pulih dari cedera. Posisinya digantikan oleh Andriy Lunin.
Namun, mereka tetap kesulitan menghadapi Girona yang menguatkan pertahanan. Meskipun mereka mendominasi permainan, Madrid tidak bisa membongkar pertahanan tim tamu sepanjang babak pertama. Setidaknya ada dua kesempatan yang didapatkan oleh Mbappe dan Valverde. Hanya saja kesempatan itu bisa digagalkan oleh kiper Paulo Gazzaniga.
Sama juga ketika pertandingan memasuki babak kedua. Serangan Madrid selalu gagal, termasuk upaya Bellingham. Setelah banyak kali tidak mendapatkan hasil, akhirnya Valverde berhasil menjebol kebuntuan pada menit ke-51. Menerima bola dari luar kotak penalti, ia kemudian melepaskan tendangan keras yang gagal diselamatkan oleh Gazzaniga.
Skor 1-0 untuk Madrid. Keunggulan membuat pemain Los Blancos lebih agresif dengan menciptakan peluang melalui Mbappe. Hanya saja, tendangan dari kapten timnas Prancis itu masih belum menghasilkan hasil. Begitu juga upaya Vinicius Jr lagi digagalkan oleh kiper.
Ketika Madrid terus memberikan tekanan, gawang Lunin ditaklukkan. Dengan skenario yang sama dengan gol Valverde, gelandang Thomas Lemar berhasil mengalahkan Lunin dengan tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-62. Gol tersebut membuat hening para penggemar Madrid karena mengubah skor menjadi 1-1.
Madrid sebenarnya mencoba bermain lebih agresif. Hanya saja, upaya mereka tidak membuahkan hasil. Skor imbang bertahan hingga akhir pertandingan. Hasil ini jelas menjadi modal buruk bagi Madrid yang akan menghadapi Bayern dalam edisi kedua pertandingan besar di tengah pekan ini.




