YOGYAKARTA – Juara Grup 1 Garudayaksa FC membawa semangat tinggi meskipun menghadapi PSS Sleman bermain di kandang dalam Final Besar untuk gelar Juara. PSS, yang menjadi juara Grup 2, bertindak sebagai tuan rumah karena memiliki poin lebih tinggi daripada Garudayaksa FC sehingga pertandingan diadakan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu, 9 Mei 2026 WIB.
Garudayaksa dan PSS berhasil mengunci satu tempat dalam Liga Super 2026-2027. Tim Garudayaksa untuk pertama kalinya berhasil naik ke kelas tertinggi. Sementara itu, PSS musim lalu terdegradasi ke Liga 2. Namun, mereka bertekad hanya berada di sana selama satu musim.
PSS juga berhasil menghapus stigma tidak resmi bahwa hanya satu tim DIY yang bisa bermain di kelas tertinggi. Stigma itu semakin kuat ketika PSS terdegradasi dan PSIM, klub dari kota Yogyakarta, berhasil promosi ke Liga Super.
Namun, PSS berhasil kembali ke liga tertinggi bersama PSIM jika mereka mampu bertahan di Liga Super. Tim yang dilatih oleh Ansyari Lubis akan bermain satu pertandingan Final Besar melawan Garudayaksa FC yang membuat kejutan dengan berhasil naik ke peringkat.
Menariknya, ini bukan pertemuan pertama antara kedua tim musim ini. Meskipun berbeda grup, Garudayaksa FC sudah mencoba kekuatan PSS selama jeda kompetisi bulan Desember tahun lalu. Saat itu, Garudayaksa FC kalah 0-1 dari PSS di depan ribuan penonton yang hadir di Maguwoharjo. Gol PSS dicetak oleh Frederick Injay dari titik penalti pada waktu injury time.
Pertandingan uji coba ini juga mendapat label sebagai latihan terakhir untuk kompetisi Championship, mengingat pada waktu itu kedua tim berada di posisi pertama di Grup 1 dan Grup 2. COO Garudayaksa FC, Derry Hidayat menjelaskan bahwa pada waktu itu timnya sedang menjalani program TC di Yogyakarta termasuk mendapat kesempatan untuk coba-coba dengan PSS.
“Dalam waktu yang sama, kami sudah mencoba saat TC di Yogyakarta. Meskipun uji coba, banyak yang bilang itu latihan terakhir untuk final musim ini. Dan memang benar terjadi dalam final Championship,” kata Derry.
Derry lebih lanjut mengatakan bahwa pertandingan melawan PSS memberinya kesan khusus. Pria asal Palembang ini merasakan atmosfer yang berbeda saat mengawal Semangat Garuda di Maguwoharjo.
“Meskipun hanya uji coba, ribuan pendukung tetap hadir. Dan juga merupakan suatu kehormatan ketika kami diundang ke tengah lapangan untuk mendengarkan lagu kebangsaan PSS setelah pertandingan,” kata Derry.
Terkait pertandingan final besar besok, pria yang juga menjabat sebagai manajer tim mengatakan bahwa Garudayaksa FC akan tetap tampil optimal untuk bertarung meraih gelar juara musim ini.
“Meskipun sudah lolos ke Liga Super, kami masih fokus pada pertandingan final besar ini. Saya percaya tim pelatih akan merancang strategi terbaik di final dan tentu menjadi juara,” kata Derry.
“Hasil dalam uji coba sebelumnya adalah materi evaluasi kami. Saya yakin para pemain juga akan memberikan yang terbaik untuk memenangkan pertandingan nanti,” kata Derry.
:quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/06/09/7f33deb8d11061d41415ad9932f45b7b-20260609RZF39.jpg)





