Beranda Indonesia Eni menemukan 5tcf gas di Cekungan Kutei Indonesia

Eni menemukan 5tcf gas di Cekungan Kutei Indonesia

49
0

Perusahaan energi Italia Eni telah menemukan sekitar lima triliun kaki kubik (tcf) gas di tempat dengan sumur eksplorasi Geliga-1 di blok Ganal, di lepas pantai Cekungan Kutei Indonesia.

Estimasi awal juga mengindikasikan adanya 300 juta barel (mbbl) kondensat di lokasi tersebut.

Terletak sekitar 70km dari lepas pantai Kalimantan Timur, sumur Geliga-1 mencapai kedalaman total sekitar 5.100m dan berada di perairan setinggi sekitar 2.000m.

Pemboran di sumur mengungkap kolom gas yang substansial dalam formasi Miocene yang ditargetkan.

Penemuan Geliga-1 terletak dalam kontrak bagi hasil produksi (PSC) Ganal, di mana Eni memiliki kepemilikan operasional sebesar 82% dan Sinopec memiliki sisa 18%.

Eni berencana untuk melakukan pengujian batang bor untuk mengevaluasi produktivitas reservoar.

Penemuan ini mengikuti serangkaian penemuan di Cekungan Kutei, termasuk Geng North, yang ditemukan pada akhir 2023, dan penemuan Konta-1 yang diumumkan pada Desember 2025.

Penemuan Geliga-1 datang setelah keputusan investasi final dibuat untuk pengembangan gas Gendalo dan Gandang di South Hub, serta untuk situs Geng North dan Gehem di North Hub.

Proyek North Hub akan memanfaatkan fasilitas floating production, storage, and offloading (FPSO) baru yang mampu menangani satu miliar kaki kubik standar per hari (bscf/d) gas dan 90.000 barel per hari (bpd) kondensat. Selain itu, proyek ini akan menggunakan fasilitas LNG Bontang yang sudah ada.

Eni sedang mengevaluasi opsi untuk mempercepat pengembangan penemuan Geliga-1, dengan mempertimbangkan lokasinya yang dekat dengan infrastruktur yang sudah ada dan rencana.

Lapangan baru ini berada di sebelah penemuan Gula yang belum dikembangkan, yang memiliki perkiraan 2tcf gas dan 75mbbl kondensat.

Sumber daya bersama dari Geliga dan Gula diperkirakan akan mendukung produksi tambahan sebesar 1bscf/d gas dan 80.000bpd kondensat.

Studi sedang dilakukan untuk mengevaluasi potensi pendirian hub produksi ketiga di Cekungan Kutei dan untuk memeriksa kemungkinan memperluas kapasitas likuifikasi di pabrik LNG Bontang.

Dalam enam bulan terakhir, Eni telah mengebor empat sumur tambahan di Cekungan Kutei.

Perusahaan berencana untuk melanjutkan eksplorasi di area tersebut dengan satu sumur tambahan yang dijadwalkan tahun ini dan dua tahun depan.

PSC Ganal merupakan bagian dari kelompok 19 blok di Indonesia dan Malaysia yang akan dikembangkan oleh Searah, sebuah joint venture baru antara Eni dan Petronas, yang diumumkan pada November 2025.

Searah akan menggabungkan aset, keterampilan teknis, dan sumber daya keuangan, dengan tujuan mengembangkan sekitar tiga miliar barel setara minyak dalam cadangan yang ditemukan dan membuka tambahan eksplorasi di wilayah tersebut.

Eni mendirikan kehadirannya di Indonesia pada tahun 2001 dan saat ini memiliki portofolio hulu yang beragam.

Produksi bersih harian sekitar 90.000 barel setara minyak, terutama dari lapangan Jangkrik dan Merakes di lepas pantai Kalimantan Timur.