Jakarta. Kementerian Pertanian mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah mengalokasikan Rp 12 triliun, atau sekitar $700 juta, untuk membantu pemerintah daerah mengurangi dampak musim kemarau yang panjang, atau “El Niño Godzilla,” terhadap produksi tanaman.
Uang tersebut akan digunakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di tengah musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dari April hingga Oktober.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa Rp 9,95 triliun ($580,3 juta) akan digunakan untuk pengadaan benih tanaman perkebunan. Ini termasuk kakao, kelapa, tebu, dan jambu mete yang akan didistribusikan di 870.000 hektar lahan. Sementara sisanya Rp 3 triliun (sekitar $175 juta) akan digunakan untuk memasang pipa air di lahan pertanian yang rentan terhadap kekeringan ekstrem.
“Ini membawa total [anggaran] menjadi Rp 12 triliun. Semoga uang tersebut [sampai ke pemerintah daerah] tepat waktu,” kata Amran setelah pertemuan dengan bupati Indonesia.
Menteri tidak memberikan rincian tentang wilayah mana yang akan menerima bantuan. Namun, Amran memperingatkan bahwa semua wilayah di seluruh kepulauan rentan terhadap kekeringan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga pasokan pangan Indonesia di tengah tantangan iklim global.



