Beranda Indonesia Indonesia Mendorong Satu Kesehatan dan Kesiapsiagaan Pandemi melalui CARE

Indonesia Mendorong Satu Kesehatan dan Kesiapsiagaan Pandemi melalui CARE

105
0

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, populasi yang padat, dan peran sebagai pusat transportasi internasional meningkatkan risiko munculnya penyakit-penyakit baru. Risiko ini diperparah oleh ketidaksetaraan kapasitas di berbagai wilayah, kesenjangan dalam sistem subnasional, sumber daya manusia yang tidak merata, dan tantangan yang terus berlanjut dalam koordinasi lintas sektor dalam konteks tata kelola yang terdesentralisasi.

Sebagai respons terhadap tantangan-tantangan ini, Berdasarkan rekomendasi dari Evaluasi Eksternal Bersama Peraturan Kesehatan Internasional dan Rencana Aksi Nasional Indonesia untuk Keamanan Kesehatan, Pemerintah Indonesia telah memulai kegiatan prioritas di bawah hibah dari Dana Pandemi. Upaya ini dilakukan dengan kerjasama erat dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), dan Bank Dunia, bersama mitra-mitra nasional dan internasional. Program ini diformalkan melalui serangkaian pertemuan koordinasi dan teknis, dengan peluncuran resmi Pendekatan Kolaboratif untuk Surveillance Tahan Bencana dan Kesiapsiagaan Pandemi di Indonesia, yang dikenal dengan program CARE-I, pada tanggal 15-16 April 2026 di Jakarta.

CARE-I didanai oleh Dana Pandemi, mekanisme pembiayaan global yang didirikan pada tahun 2022 untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan tanggapan pandemi, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Program ini berfokus pada memajukan pendekatan One Health dengan memperkuat kerjasama lintas sektor kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan di tingkat nasional dan subnasional. Program ini akan dilaksanakan selama tiga tahun dari 2026 hingga 2028.

Selama program ini, WHO dan FAO akan memberikan dukungan teknis dan ahli. Ini termasuk pelatihan staf laboratorium untuk memperkuat pengujian penyakit, memastikan penanganan bahan biologis yang aman dan aman, dan menjaga standar kualitas tinggi. Kedua organisasi ini juga akan membantu meningkatkan sistem surveilans, melatih pekerja kesehatan di garis depan untuk mendeteksi dan menanggapi wabah, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor untuk mencegah penyakit yang menyebar dari hewan ke manusia.

Pada pertemuan kick-off CARE-I, lebih dari 50 perwakilan dari berbagai kementerian dan organisasi berkumpul. Ini termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, WHO, FAO, dan Bank Dunia.

“CARE-I akan memperkuat kesiapsiagaan Indonesia terhadap ancaman kesehatan masyarakat di masa depan,” kata Dr. Andi Saguni, Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit di Kementerian Kesehatan. “Kami menantikan implementasi penuh program melalui kerjasama erat dan tanggung jawab bersama untuk Indonesia yang lebih tahan bencana.”

Dengan memperkuat cara ancaman kesehatan masyarakat dideteksi dan dikelola, CARE-I membantu melindungi hal yang paling berharga bagi masyarakat Indonesia: keluarga mereka, mata pencaharian, dan rasa aman. Deteksi lebih dini dan tanggapan yang lebih kuat berarti lebih sedikit yang terganggu oleh penyakit, lebih sedikit anak yang tidak sekolah, dan lebih sedikit komunitas yang menghadapi rasa takut dan ketidakpastian selama wabah. Sistem kesehatan yang lebih tangguh memberi kepercayaan kepada masyarakat bahwa, dalam situasi krisis, bantuan akan datang dengan cepat dan layanan penting akan tetap berjalan, memungkinkan negara untuk maju bersama.

Kegiatan ini diadakan oleh Kementerian Kesehatan dan didukung oleh Dana Pandemi.