Beranda Indonesia Indonesia mendatangkan ribuan serangga Afrika untuk meningkatkan produksi kelapa sawit

Indonesia mendatangkan ribuan serangga Afrika untuk meningkatkan produksi kelapa sawit

79
0

Ribuan serangga kecil dari Afrika telah dilepas di perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara, Indonesia, saat produsen terbesar di dunia berupaya memulihkan pertumbuhan produksi setelah bertahun-tahun terhenti. Pelepasan sekitar 7.000 kumbang Afrika di perkebunan milik PT Perkebunan Nusantara IV yang dimiliki negara pada Kamis merupakan langkah pertama dari rencana luas untuk memperkenalkan sekitar 1 juta serangga di seluruh Indonesia. Harapannya adalah mereka akan membantu meningkatkan penyerbukan dan perkembangan buah, meningkatkan produksi.

Pertumbuhan produksi Indonesia telah terhenti dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena pohon-pohon tua yang beberapa produsen enggan menanam lagi karena waktu yang diperlukan untuk berbuah yang lama. Meskipun pelepasan serangga tersebut tidak menangani masalah mendasar dari tanaman yang menua, sebuah program kumbang serupa dalam skala yang lebih kecil pada tahun 1980-an menyebabkan peningkatan signifikan dalam tingkat produksi di seluruh negeri.

Sekitar 6.000 kumbang diambil dari Tanzania awal tahun lalu dan dikirim ke fasilitas ilmiah di Sumatera Utara untuk pengujian, termasuk bagaimana mereka berinteraksi dengan serangga lokal, dan untuk berkembang biak dalam jumlah besar. Kelapa sawit berasal dari Afrika, membuat serangga Tanzania sangat cocok untuk peran tersebut.

Partai pertama kumbang yang dilepas di perkebunan seluas 8.000 hektar di dekat fasilitas ilmiah diharapkan akan berdampak pada produksi dalam waktu sekitar 10 hingga 12 bulan, kata Agus Eko Prasetyo, seorang peneliti dari Institut Penelitian Kelapa Sawit Indonesia, yang memimpin program tersebut. Lebih dari dua puluh perusahaan lain dan kelompok tani yang terlibat dalam inisiatif tersebut akan dialokasikan kumbang untuk perkebunan mereka secara bertahap, dengan pelepasan selanjutnya diharapkan pada minggu depan, tambah Prasetyo. Beberapa produsen besar yang memiliki laboratorium sendiri diharapkan dapat mengembangbiakkan serangga tersebut, katanya.

Indonesia bermaksud untuk memperluas program biodieselnya, artinya lebih banyak minyak kelapa sawit dialihkan ke pasokan lokal daripada diekspor, dan inisiatif tersebut mendapatkan momentum setelah perang di Timur Tengah menyebabkan lonjakan harga energi. Produksi tandan buah segar diperkirakan akan meningkat 10% hingga 15% dengan diperkenalkannya kumbang, kata Eddy Martono, ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia yang dikenal sebagai Gapki.

Namun, peningkatan penyerbukan saja tidak akan menyelesaikan semua tantangan produksi Indonesia. Penggunaan pupuk, kondisi cuaca, dan praktik pengelolaan perkebunan juga memainkan peranan penting dalam menentukan hasil panen, sementara penanaman kembali pohon-pohon tua tetap penting untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Sumber: Bloomberg

Artikulli paraprakMembongkar Berita
Artikulli tjetër💵 Ini Hari Pajak – Anggota Kongres Zach Nunn
Agus Setiawan
Saya Agus Setiawan, lulusan Hubungan Internasional dari Universitas Brawijaya. Saya mulai bekerja sebagai jurnalis pada tahun 2015 di Media Indonesia, dengan fokus pada isu politik nasional dan hubungan regional Asia Tenggara. Pada 2019, saya bergabung dengan CNN Indonesia sebagai reporter, meliput kebijakan luar negeri, diplomasi, dan isu geopolitik. Saya berkomitmen untuk menyajikan analisis yang mendalam dan terpercaya bagi pembaca.