Beranda Indonesia Penjaga perdamaian meninggal akibat luka yang dideritanya di Lebanon bulan lalu, UNIFIL...

Penjaga perdamaian meninggal akibat luka yang dideritanya di Lebanon bulan lalu, UNIFIL mengatakan

38
0

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, mengumumkan Jumat lalu bahwa seorang prajurit Indonesia meninggal di rumah sakit akibat luka yang dideritanya dalam serangan di pangkalan pada 29 Maret.

“UNIFIL menyesalkan meninggalnya Hari Jumat ini dari Kopral Rico Pramudia, yang terluka kritis setelah ledakan proyektil di pangkalannya di Adchit Al Qusayr pada malam 29 Maret,” kata pasukan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Kematian beliau menambah jumlah pasukan penjaga perdamaian yang tewas sejak dimulainya perang terbaru antara Israel dan Hezbollah pada 2 Maret menjadi enam.

UNIFIL mengungkapkan pada saat serangan 29 Maret bahwa satu prajurit Indonesia tewas dan satu lainnya terluka.

Penyelidikan awal oleh PBB menemukan bahwa prajurit tersebut tewas akibat tembakan tank Israel.

Pada hari berikutnya, dua prajurit Indonesia lainnya tewas akibat sebuah bahan peledak yang dibuat secara improvisasi.

Penyelidikan yang sama dari PBB menemukan bahwa Hezbollah kemungkinan bertanggung jawab.

Indonesia telah mendesak PBB untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kedua insiden tersebut.

Dua prajurit Prancis yang bertugas di UNIFIL tewas dalam sebuah penyergapan pada 18 April, yang otoritas Prancis dan PBB tuduh kepada Hezbollah. Kelompok tersebut membantah terlibat.

Pasukan “United Nations Interim Force in Lebanon” telah melaksanakan tugas penjaga perdamaian antara Israel dan Lebanon sejak tahun 1978 tetapi terjebak di tengah-tengah pertempuran antara pasukan Israel dan Hezbollah. UNIFIL terdiri dari hampir 8.200 prajurit dari 47 negara.

Gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah yang didukung Iran telah berlaku sejak 17 April, yang menurut AS telah diperpanjang selama tiga minggu pada Kamis malam.

(Sumber tambahan: AFP)