Beranda Indonesia JCI Indonesia Anjlok 3.38% ke 7.129 saat Bank

JCI Indonesia Anjlok 3.38% ke 7.129 saat Bank

33
0

Gotrade News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia yang menjadi patokan ditutup turun 3,38% atau 249,12 poin di level 7.129,49 pada Jumat, 24 April 2026. Penurunan tersebut menandai sesi kehilangan untuk kelima kalinya berturut-turut bagi pasar Asia Tenggara.

Omset harian mencapai Rp24,3 triliun dengan volume perdagangan 44,80 miliar saham, dengan 701 saham turun dibandingkan dengan hanya 92 saham naik. Penjualan terpusat pada bank berkapitalisasi besar dan nama-nama konglomerat.

Semua empat bank besar yang terkait dengan negara turun bersama-sama, dengan BCA (BBCA) memimpin kerugian sebesar 5,84%. Setiap sektor ditutup dalam zona merah, dipimpin oleh saham konsumsi siklikal dan energi.

Analisis dari BRI Danareksa mencatat bahwa pelemahan rupiah dan lonjakan harga komoditas sebagai pemicu utama.

Bank Central Asia (BBCA) menjadi beban terbesar, turun 5,84% menjadi Rp6.050. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 2,85% menjadi Rp3.070, sementara Bank Mandiri (BMRI) turun 2,81% menjadi Rp4.500 dan Bank Negara Indonesia (BBNI) turun 2,58% menjadi Rp3.770.

Indeks LQ45 blue-chip turun 3,51% menjadi 690,76 dan Indeks Kompas100 turun 3,71% menjadi 966,89. Semua indeks utama berakhir sesi Jumat dalam zona negatif.

Berdasarkan sektor, saham konsumsi siklikal memimpin penurunan sebesar 4,27%, diikuti oleh energi sebesar 4,22% dan infrastruktur sebesar 4,06%. Sektor keuangan turun 2,27% akibat penjualan bank yang terkonsentrasi.

Penelitian dari BRI Danareksa mencatat tiga faktor pendorong, yaitu pelemahan rupiah mencapai level terendah sepanjang masa, ketidakpastian global, dan kenaikan harga komoditas energi. Campuran tersebut mengancam untuk memperbesar defisit fiskal Indonesia menuju pertengahan tahun.

DSSA menjadi pecundang terdalam pada sesi ini sebesar 10,22%, diikuti oleh BRPT sebesar 7,76% dan BREN sebesar 6,29%. Di sisi positif, ADMR naik tipis 1,90% dan HEAL menambah 0,84%.

Frekuensi transaksi mencapai 2,66 juta, menyoroti intensitas penjualan Jumat. Investor ritel juga dilaporkan mengamankan keuntungan setelah serangkaian penurunan indeks yang berkesinambungan.

Level psikologis 7.100 kini menjadi garis pertahanan jangka pendek pasar. Para analis juga akan melacak level dukungan untuk keempat bank besar sebagai sinyal kunci untuk arah minggu depan.