Beranda Indonesia Jakarta mengutuk IDF karena mengibarkan bendera pro

Jakarta mengutuk IDF karena mengibarkan bendera pro

35
0

Pada tanggal 23 April 2026, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengutuk pasukan Israel Defense Forces karena mengibarkan bendera di atas Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara. “Penggunaan simbol militer dan propaganda di atas reruntuhan rumah sakit yang hancur, terutama ketika terkait dengan operasi militer tertentu, merupakan tindakan provokatif yang sangat tidak bisa dibenarkan,” kata Jakarta dalam sebuah pernyataan yang diposting di X.

Menurut laporan media Palestina, pasukan IDF menggantung spanduk yang memuat bendera Israel dan tulisan, “Sebuah bangsa yang bangkit seperti singa betina, melompat seperti singa,” merujuk pada nama resmi dua operasi militer melawan Iran. Spanduk tersebut dilaporkan diangkat menjelang Hari Kemerdekaan Israel ke-78, yang dirayakan pada hari Rabu.

Perang 12 hari dengan Tehran pada Juni 2025 dinamai “Operasi Rising Lion,” sementara kampanye yang dimulai pada 28 Februari diberi nama “Operasi Roaring Lion” oleh militer.

Indonesia dalam pernyataannya mengutuk spanduk tersebut sebagai “penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan yang dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.” Rumah sakit Beit Lahia merupakan “fasilitas sipil yang didedikasikan semata-mata untuk memberikan layanan medis bagi penduduk Gaza, bukan tempat bagi propaganda militer atau intimidasi,” demikian pernyataan tersebut.

“Indonesia menegaskan bahwa rumah sakit dan semua fasilitas medis harus dihormati dan dilindungi berdasarkan hukum kemanusiaan internasional,” tambah pernyataan itu.

Pada tahun 2023, IDF menyajikan bukti bahwa Rumah Sakit Indonesia, yang didanai oleh NGO dari Indonesia dan diresmikan pada tahun 2016, dibangun di atas infrastruktur teroris Hamas. Ada fasilitas teroris bawah tanah di sana sebelum rumah sakit dibangun, kata militer.

Pasukan Israel selama operasi di rumah sakit juga menemukan bukti yang mengaitkan fasilitas tersebut dengan pembantaian Hamas pada 7 Oktober 2023, termasuk Toyota Corolla milik sandera yang tewas dan bekas darah sandera lainnya.

Pada tahun 2024, IDF mempublikasikan rekaman yang diperoleh dari Hamas tentang teroris yang meletakkan bahan peledak sekitar 45 meter dari Rumah Sakit Indonesia.

“Ini adalah contoh lain dari penggunaan sembrono Hamas terhadap warga sipil Gaza dan lembaga sipil untuk aktivitas teroris dan pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” kata militer tersebut.

Pemerintah Indonesia pada bulan Oktober menolak laporan yang menyebutkan bahwa Presiden Indonesia Prabowo Subianto berencana bepergian ke Israel setelah menghadiri pertemuan perdamaian Gaza yang diadakan di Mesir.

Channel 12 Israel dan outlet lainnya mengutip sumber anonim yang menunjukkan bahwa Prabowo memiliki rencana untuk kunjungan historis pertama oleh kepala negara dari negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Kunjungan semacam itu akan menjadi pertanda potensi normalisasi hubungan dengan negara Yahudi, dan Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang dengan yang Amerika Serikat berusaha untuk memperluas Abraham Accords, yang disahkan selama masa jabatan presiden AS Donald Trump.

Pada 23 September, Subianto memberikan pidato di konvensi tahunan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, menyarankan perubahan sikap negaranya terhadap Israel.

“Kita harus memiliki Palestina merdeka, tetapi kita juga harus, kita juga harus mengakui, kita juga harus menghormati, dan kita juga harus menjamin keamanan dan keamanan Israel. Hanya dengan begitu kita bisa memiliki perdamaian yang sesungguhnya. Perdamaian yang sesungguhnya. Tidak ada lagi kebencian dan kecurigaan. Satu-satunya pemecahan masalah adalah ini: solusi dua negara,” katanya.

Subianto menawarkan untuk menyumbangkan “20.000 atau lebih putra-putri kita” untuk bertugas dalam pasukan multinasional untuk membantu menyediakan keamanan dalam kerangka dua negara. Dia menutup pidatonya dengan ucapan salam dalam berbagai bahasa, termasuk shalom, bahasa Ibrani untuk “perdamaian,” dan untuk baik berarti “halo” dan “selamat tinggal.”