Beranda Budaya Inggris Meluncurkan Bulan Budaya Yahudi

Inggris Meluncurkan Bulan Budaya Yahudi

12
0

Pekan Budaya Yahudi, yang merayakan budaya, komunitas, dan kreativitas Yahudi Britania, dimulai pada malam Minggu di Museum Freud di Hampstead, London Utara di hadapan 150 tamu, termasuk Sekretaris Negara Pemukiman, Komunitas, dan Pemerintah Lokal Inggris, Steve Reed.

Festival ini, berlangsung dari 16 Mei hingga 16 Juni, akan melibatkan para penampil, penyair, dan pemikir yang mendalam, menurut para penyelenggara.

Program lebih dari 100 acara tersebut berlangsung di seluruh Inggris dengan mitra seperti Tate Britain, Tate Modern, British Museum, British Library, National Portrait Gallery, Science Museum, Museum of the Home, Southbank Centre, Hayward Gallery, Freud Museum, London Metropolitan Archives, Manchester Museum, Whitworth, UK Jewish Film, Museum of Liverpool dan BBC, di antara lain.

“Ini adalah waktu untuk merayakan komunitas Yahudi Britania dan kontribusinya terhadap cerita bersama kita. Ini adalah waktu untuk bersatu. Ini adalah waktu untuk persahabatan,” Reed dikutip mengatakan dalam acara tersebut malam sebelumnya oleh Dewan Deputi Yahudi Britania, sebuah NGO Britania yang mewakili anggota komunitas Yahudi.

“Pengalaman Yahudi tidak hanya tentang mempertahankan diri dari ketakutan, tetapi juga harus menjadi ungkapan dari harapan, kegembiraan, dan kebebasan,” tambahnya.

Pengamat Vanessa Feltz dikutip mengatakan, “Kami Yahudi selalu berhasil menemukan keindahan dan humor di tempat-tempat yang paling tidak menjanjikan. Bulan kebudayaan Yahudi yang menyegarkan ini akan membawa penyembuhan bagi jiwa kita dan senyum di wajah kita serta stimulus yang sangat diperlukan bagi otak kita yang tertekan.”

Situs web festival tersebut menyatakan, “Dengan hampir 1.000 tahun sejarah bersama, program ini seserbaguna komunitas Yahudi Britania.”

Komunitas Yahudi Britania telah menghadapi serangkaian serangan antisemit dalam beberapa bulan terakhir, dengan pihak berwenang setempat berjanji akan mengatasi fenomena tersebut. Investigasi menunjukkan kemungkinan keterlibatan Iran.