RIWAYAT MENYAJIKAN: Sebuah lukisan tahun 1935 oleh Mary Belle Williams adalah potret Kate Sessions, sang ahli botani terkenal, ahli kebun, dan arsitek lanskap yang dikenal sebagai “Ibu Taman Balboa”. Lukisan ini dipamerkan di perpustakaan pusat. (Gambar milik Koleksi Seni Sipil San Diego dan warisan Mary Belle Williams.)
Hari Ibu tiba setiap tahun sebagai perayaan dengan bunga, makan siang, kartu tulisan tangan, dan posting media sosial, tetapi di balik itu terdapat sesuatu yang lebih tua dan lebih mendalam. Di sepanjang sejarah manusia, masyarakat telah menghormati maternal tidak hanya sebagai peran biologis tetapi sebagai kekuatan budaya: penjaga ingatan, pemancar identitas, pelindung, guru pertama, seniman asli.
Pada saat Kota San Diego mengusulkan pemotongan dana seni dan budaya yang dalam, patut diingat bahwa maternal selalu menjadi pusat dalam pemahaman peradaban tentang diri mereka. Menghentikan pendanaan seni dalam banyak hal, memutuskan garis keturunan tersebut.
Objek seni tertua yang diketahui yang menggambarkan sosok manusia bukanlah seorang raja, seorang prajurit, atau seorang pendeta. Itu adalah seorang ibu. Venus dari Willendorf, yang dikerjakan lebih dari 30.000 tahun yang lalu, adalah patung kapur kecil dengan bentuk yang dilebih-lebihkan, sebuah perayaan kesuburan, kelimpahan, dan kekuatan generatif wanita.
Imagery maternal, sebenarnya adalah salah satu pusat konstan dalam sejarah seni global. Dari dewi Mesir Isis yang menyusui Horus, hingga tradisi suku asli di Amerika Utara yang menghormati ibu seperti suku Navajo (Diné), hingga dewi kesuburan Aztec Coatlicue, gambar ibu selalu menjadi wadah untuk identitas budaya dan sejarah hidup. Dia adalah orang yang meneruskan cerita.
Lanskap seni San Diego sendiri mencerminkan garis keturunan ini. Para seniman dari wilayah kita, terutama perempuan, seniman imigran dan perbatasan, telah lama mengeksplorasi tema-tema keibuan, warisan budaya dan tenaga pengasuhan yang menopang komunitas.
Banyak dari karya ini ditempatkan dengan tenang di perpustakaan cabang, taman, dan bangunan sipil yang menggambarkan keluarga, komunitas, identitas, dan hubungan antargenerasi. Mereka mengingatkan kita bahwa perempuan, terutama ibu, selalu menjadi pusat kelanjutan budaya.
Seni dan pendanaan budaya adalah tanggung jawab kewargaan, dan seni publik adalah bagaimana kota-kota mengingat. Ini adalah bagaimana kita menghormati orang-orang yang membangunnya, bagaimana kita mengakui komunitas yang terpinggirkan, dan bagaimana kita membayangkan masa depan bersama.
Mother’s Day menawarkan sebuah titik kontra, itu adalah pengingat bahwa pengasuhan, kreativitas, dan ingatan budaya tidak dapat dipisahkan. The maternal bukanlah hiasan, itu adalah dasar. Seni adalah salah satu sistem publik yang mengakui dan meningkatkan kebenaran itu.
Di kota perbatasan seperti San Diego dan Tijuana, di mana identitas merupakan lapisan, berpori, dan kompleks, seni berfungsi sebagai jaringan penyambung, seperti gambar-gambar maternal yang menjaga keluarga dan sejarah bersama.
Pada Hari Ibu/Día de las Madres ini, saat kita menghormati wanita yang merawat kita, biologis, simbolis, atau yang dipilih, kita juga harus menghormati infrastruktur budaya yang menyimpan cerita mereka. Koleksi Seni Sipil kota ini sudah mengandung benih pengakuan ini. Yang dibutuhkan sekarang adalah investasi yang bermakna, bukan penelantaran.



