Beranda Indonesia Penemuan Gas Eni di Indonesia Meningkatkan Ambisi Pertumbuhan Kutei Basin

Penemuan Gas Eni di Indonesia Meningkatkan Ambisi Pertumbuhan Kutei Basin

33
0

Eni telah mengumumkan penemuan gas penting di sumur eksplorasi Geliga-1 di blok Ganal di lepas pantai Kalimantan Timur, sekitar 70 km dari pantai Indonesia. Sumur tersebut menemukan kolom gas yang substansial di interval Miocene, dengan perkiraan awal menunjukkan ada sekitar 5 triliun kaki kubik gas di tempat dan 300 juta barel kondensat. Hasil tersebut menambahkan penemuan besar lainnya ke daftar eksplorasi terbaru Eni di Cekungan Kutei dan memperkuat pandangan perusahaan bahwa daerah tersebut dapat mendukung beberapa pusat produksi skala besar.

Penemuan ini penting tidak hanya karena ukurannya, tetapi juga karena potensi komersialnya. Eni mengatakan Geliga berdekatan dengan infrastruktur yang ada dan direncanakan, menciptakan peluang untuk jalur pengembangan yang lebih cepat dan murah. Digabungkan dengan penemuan Gula yang belum dikembangkan di dekatnya, basis sumber daya tersebut dapat mendukung produksi gas tambahan sebesar 1 miliar kaki kubik per hari dan 80.000 barel per hari kondensat. Hal ini menaikkan prospek munculnya pusat produksi ketiga di cekungan tersebut, yang didasarkan pada pengembangan North Hub yang sudah dilakukan.

Latar belakang strategis lebih luas menjadi penting di sini. Geliga mengikuti kesuksesan sebelumnya di Geng North pada akhir 2023 dan Konta-1 pada Desember 2025, sementara keputusan investasi akhir baru-baru ini untuk South Hub dan North Hub telah membuka jalan bagi koridor gas Indonesia yang baru dan besar. North Hub dirancang berdasarkan FPSO baru yang mampu menangani 1 miliar kaki kubik gas per hari dan 90.000 barel per hari kondensat, sambil juga terhubung ke pabrik LNG Bontang. Sekarang Eni sedang mempelajari apakah volume baru dari Geliga dan penemuan di sekitarnya dapat membenarkan penambahan kapasitas pengkondensasian lebih besar di Bontang, yang berpotensi memperpanjang umur fasilitas LNG kunci di Asia Tenggara.

Hal ini memiliki implikasi yang jauh melampaui portofolio Eni. Indonesia telah berusaha menyeimbangkan permintaan gas domestik yang meningkat dengan kebutuhan untuk menjaga ekspor LNG dan memaksimalkan nilai basis infrastruktur matangnya. Penemuan besar baru di lepas pantai Kalimantan Timur dapat membantu mencapai kedua hal tersebut, terutama jika dapat dikembangkan dengan cepat melalui fasilitas bersama dan pengembangan pusat bertahap. Untuk pasar internasional, pasokan lebih banyak dari Indonesia akan dipantau dengan cermat ketika pembeli Asia terus mencari keamanan gas jangka panjang dan produsen regional berlomba untuk membawa volume baru online.

Penemuan ini juga langsung berkontribusi pada restrukturisasi lebih luas Eni di Asia Tenggara. Kontrak bagi hasil produksi Ganal adalah salah satu aset yang dijadwalkan akan dimasukkan ke dalam Searah, perusahaan patungan yang diumumkan oleh Eni dan Petronas pada November 2025. Tujuan dari perusahaan tersebut adalah menggabungkan aset dan kemampuan teknis di seluruh Indonesia dan Malaysia, dengan rencana yang difokuskan pada pengembangan sekitar 3 miliar barel setara minyak dari sumber daya yang ditemukan sambil membuka lebih banyak potensi eksplorasi. Geliga meningkatkan nilai portofolio tersebut saat Eni menuju penyelesaian transaksi Searah pada kuintal kedua 2026 dan mengejar penjualan terpisah saham 10% dalam portofolio Indonesia.

Eni menyatakan telah mengebor empat sumur eksplorasi lainnya di cekungan tersebut dalam enam bulan terakhir dan merencanakan satu lagi pada tahun 2026, diikuti oleh dua pada tahun 2027. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan melihat Geliga bukan sebagai keberhasilan yang terisolasi, melainkan sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas untuk mengubah Cekungan Kutei menjadi salah satu wilayah pertumbuhan gas terpenting.