Jakarta. Pemerintah melaporkan bahwa gempa berkekuatan 7,7 yang mengguncang pantai timur laut Jepang pada hari Senin tidak menimbulkan korban jiwa dari Indonesia.
Otoritas lokal juga telah mengeluarkan peringatan tsunami untuk prefektur Jepang yaitu Aomori, Iwate, dan Hokkaido. Jepang telah merevisi magnitudo gempa dari 7,4.
“Saat ini belum ada laporan warga Indonesia yang terkena dampak gempa,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah.
Pemerintah mengimbau warga Indonesia di Jepang untuk memperhatikan peringatan tsunami dan mengikuti rekomendasi otoritas setempat. Hingga Juni 2025, Jepang menjadi rumah bagi sekitar 230.689 warga Indonesia. Heni tidak menyebutkan jumlah warga Indonesia yang tinggal dekat dengan gempa tersebut.
KBRI Jepang telah menyiapkan hotlines darurat di +81 80-3506-8612 atau +81 80-4940-7419.
Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, mengatakan bahwa tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan besar. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, telah memperingatkan kepada mereka yang tinggal di daerah dengan peringatan tsunami untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.







